Gubernur Papsel Imbau Warga Tak Bakar Lahan
- 05 Okt 2026 10:09 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla telah memberikan dampak yang cukup meresahkan masyarakat. Kondisi tersebut terjadi di tengah iklim yang cukup panjang.
Apolo mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus berkoordinasi dengan BMKG dan Lanud terkait kondisi iklim dan suhu panas. Berdasarkan hasil rapat, kemarau panjang diprediksi akan berakhir pada Januari.
“Kami terus menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara-cara membakar hutan maupun rumput,” ujarnya pada Senin, 5 Oktober 2026.
Apolo menjelaskan luas hutan dan lahan di Papua Selatan cukup besar, sementara jumlah petugas di lapangan masih sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat pemerintah belum mampu meng-cover seluruh luas lahan yang ada untuk melakukan pengawasan.
| Baca juga: DPRK Imbau Warga Waspadai Kebakaran |
Menurutnya, pengawasan dilakukan melalui polisi hutan maupun Satpol yang dimiliki pemerintah. Karena keterbatasan petugas, pemerintah terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan dan lahan.
Apolo mengatakan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah mulai dari provinsi, kabupaten, distrik hingga kampung perlu bersama-sama menjaga hutan dan lahan. Menurutnya, kebakaran dapat meluas dan berdampak pada kebun, sawah hingga rumah warga.
Kondisi tersebut, kata Apolo, dapat mengakibatkan kerugian jiwa maupun harta benda. Karena itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....