Krisis Air di Wan dan Kontuar, Pemkab Merauke Siapkan 120 Ton Air Bersih
- 01 Okt 2026 05:21 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke menyiapkan bantuan untuk masyarakat di Distrik Wan dan Kontuar yang kini mengalami krisis air bersih akibat kondisi kekeringan.
Bantuan tersebut disiapkan menyusul perintah Bupati Merauke agar pemerintah segera memberikan bantuan kepada masyarakat di dua distrik tersebut yang membutuhkan pasokan air bersih, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak.
Untuk mengangkut bantuan, Pemkab Merauke telah menyiapkan satu kapal LCT dan satu kapal kayu. Namun, hingga Rabu 30 September 2026, kedua kapal tersebut belum dapat diberangkatkan karena masih terkendala izin berlayar.
“Dengan kondisi seperti ini, dengan kekeringan ini, masyarakat di sana sudah tidak punya air. Maka berdasarkan perintah Pak Bupati untuk bisa membantu di sana, itu sudah kami siapkan,” ujar pejabat Pemkab Merauke.
Ia menjelaskan, kapal kayu membawa bantuan bahan kebutuhan pokok dengan total muatan sekitar 36 ton. Bantuan tersebut antara lain beras, mi instan, garam, gula, kopi, teh dan pinang.
Sementara kapal LCT disiapkan untuk mengangkut sekitar 120 ton air bersih atau air tawar. Selain air bersih, kapal tersebut juga membawa sekitar satu ton beras.
Bantuan tersebut berasal dari pemerintah daerah dan dukungan sejumlah perusahaan yang turut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di dua distrik tersebut.
“Di LCT itu ada air kurang lebih 120 ton air bersih. Kemudian ada beras juga di situ, ada satu ton. Itu bantuan dari perusahaan-perusahaan. Itu sudah kita siapkan untuk kita berangkatkan ke Distrik Wan dan Kontuar,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi masyarakat di Wan dan Kontuar saat ini cukup membutuhkan perhatian karena ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sudah sangat terbatas.
Air yang dikirimkan nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan minum dan memasak. Sementara untuk kebutuhan mandi, masyarakat masih dapat memanfaatkan air laut.
“Ini untuk minum, air minum. Masak dan minum. Itu nanti kita akan teruskan, nanti distrik masing-masing akan teruskan ke kampung-kampung,” katanya.
Ia memastikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung pengiriman bantuan juga telah disiapkan.
Meski seluruh bantuan telah tersedia, keberangkatan dua kapal tersebut masih menunggu izin berlayar. Pemerintah daerah berharap persoalan administrasi tersebut dapat segera diselesaikan agar bantuan tidak terlambat sampai kepada masyarakat.
“Hari ini mungkin jam 10 nanti saya akan pergi ke sana untuk berbicara terkait dengan izin berlayar tadi. Karena kita tidak bisa tunggu terlalu lama juga, masyarakat di sana nanti bagaimana,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bupati Merauke juga telah meminta agar persoalan tersebut segera dikomunikasikan sehingga bantuan dapat diberangkatkan secepatnya.
Terkait kondisi pelayanan pemerintahan, termasuk keberadaan petugas kesehatan maupun tenaga pendidikan di wilayah tersebut, ia mengatakan hal tersebut bukan menjadi kewenangan pihaknya untuk memberikan keterangan.
“Soal informasi itu bukan kewenangan kami. Walaupun tahu, saya tidak bisa bicara soal itu,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....