DLH Merauke dan WWF Indonesia Gandeng Sekolah Adiwiyata Kelola Sampah Makanan

  • 29 Sep 2026 13:29 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke bersama WWF-Indonesia menggelar acara wicara bertajuk Ko Bijak Pangan, Ko Selamatkan Bumi di SMP Al-Ma'arif NU Merauke pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pelatihan guru Sekolah Adiwiyata yang telah berlangsung sebelumnya.

Acara edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya mengurangi susut dan sisa pangan sejak dari sumbernya. Hal tersebut dilakukan karena sampah makanan yang terurai tanpa oksigen di tempat pembuangan akhir dapat menghasilkan gas metana pemicu pemanasan global.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan perwakilan Sekolah Adiwiyata, berbagai komunitas lokal, serta sejumlah tamu undangan dari instansi pemerintah daerah. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dari tiga narasumber utama yang hadir dalam acara tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke yang diwakili oleh Untung menekankan pentingnya membangun karakter peduli lingkungan sejak usia dini di lingkungan sekolah. "Pembangunan karakter dini anak perlu dibentuk di bangku sekolah, bangun kebiasaan melalui sekolah, edukasi, selain itu kita juga dorong perilaku hidup bersih dan sehat, anak perlu melihat dulu lingkungan sekitarnya sudah bersih dan sehat atau belum," tutur Untung, tegas.

Menambahkan hal tersebut, Widodo Supriyatno selaku Kepala Bidang Perencanaan Lingkungan Hidup dan Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Merauke menjelaskan pentingnya pemilahan sampah. "Melalui penerapan praktik pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, warga sekolah tidak hanya membangun kebiasaan peduli lingkungan, tetapi juga mendukung penerapan indikator Sekolah Adiwiyata di lingkungan sekolah, kami juga mulai perlu membiasakan penerapan kebijakan dalam pembagian peran masing-masing pihak ya," jelas Widodo Supriyatno.

Dari sisi lingkungan, Dony Kristiawan selaku ahli manajemen limbah WWF-Indonesia Program Papua memaparkan hasil kajian mengenai timbulan sampah makanan di wilayah Papua. "Perubahan dalam pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumber, melalui kolaborasi dan kegiatan kampanye seperti ini, kita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan kebiasaan baru di masyarakat agar sampah, termasuk sisa pangan, dapat dikurangi dan dikelola sejak dari sumbernya," sahut Dony Kristiawan, tegas.

Sementara itu, William Iwanggin selaku pemimpin lanskap Papua Selatan WWF-Indonesia menyatakan komitmen kemitraan jangka panjang hingga tahun dua ribu tiga puluh untuk mendampingi Sekolah Adiwiyata. "Komitmen kerja sama ini harapannya dapat dibawa sebagai penguatan kolaborasi hingga dua ribu tiga puluh, tentunya ini juga komitmen dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Merauke, khususnya pendampingan Sekolah Adiwiyata," tutur William.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah daerah dan berbagai pihak mengajak seluruh masyarakat untuk mulai mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya. Setiap makanan yang diselamatkan dari pemborosan merupakan langkah nyata masyarakat Merauke dalam menjaga kelestarian bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....