Tim SAR Posal Torasi Temukan ABK KMN Rahmad Safaat Selamat

  • 21 Sep 2026 13:43 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke: Upaya pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KMN Rahmad Safaat, Cemal Taibeno, yang dilaporkan hilang saat mencari kepiting di sekitar pesisir Sungai Torasi, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari dilakukan pencarian, Cemal Taibeno berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban ditemukan dalam keadaan lemas dan mengalami kelelahan.

Cemal dilaporkan hilang sejak Jumat, 18 September 2026 sore saat mencari kepiting di wilayah pesisir Sungai Torasi. Laporan mengenai hilangnya korban diterima Personel Posal Torasi pada Sabtu 19 September 2026 sekitar pukul 17.30 WIT dari Nakhoda KMN Rahmad Safaat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Danposal Torasi Lettu Laut (KH) Ragil segera melaporkan kejadian tersebut kepada komando atas, Kodaeral XI. Personel kemudian melaksanakan apel kelengkapan dan membentuk beberapa regu pencarian. Sebanyak tujuh personel Posal Torasi bersama 17 ABK kapal nelayan dikerahkan dalam operasi pencarian dan dibagi menjadi empat kelompok.

Pada pukul 21.45 WIT, seluruh tim bergerak menuju lokasi terakhir korban bersama dua orang saksi yang sebelumnya mencari kepiting bersama Cemal. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan kawasan pesisir Sungai Torasi.

Namun, setelah sekitar tiga jam penyisiran, korban belum ditemukan. Kondisi malam hari, medan yang sulit, keterbatasan peralatan, serta cuaca gerimis menjadi kendala dalam proses pencarian. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, pencarian sementara dihentikan dan seluruh personel kembali ke Posal Torasi.

Pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu 20 September 2026 pagi. Personel Posal Torasi bersama para nelayan dan ABK kapal kembali menyusuri aliran sungai serta kawasan pesisir Sungai Torasi.

Setelah beberapa jam pencarian, kabar menggembirakan datang. Cemal Taibeno berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Ono Sokran, seorang pemburu rusa yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan speedboat menuju Muara Torasi dan diserahkan kepada Tim SAR Posal Torasi yang terdiri dari tiga personel Posal Torasi dengan dukungan empat ABK kapal.

Setibanya di Posal Torasi, korban mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari Tim Medis Posal Torasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi korban secara umum sehat, meski masih mengalami kelelahan dan lemas.

Setelah mendapatkan penanganan awal, Cemal kemudian diantar kembali ke KMN Rahmad Safaat untuk berkumpul bersama awak kapal lainnya.

Nakhoda KMN Rahmad Safaat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel Posal Torasi, para nelayan, ABK kapal, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Personel Posal Torasi dan seluruh pihak yang telah membantu mencari anggota kami. Selama dua hari kami sangat khawatir, dan kami bersyukur akhirnya Cemal ditemukan dalam keadaan selamat. Bantuan dan kepedulian semua pihak sangat berarti bagi kami dan seluruh awak kapal,” ujar Nakhoda KMN Rahmad Safaat.

Keberhasilan operasi pencarian tersebut juga mendapat apresiasi dari Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P.

Ia memberikan penghargaan kepada seluruh personel Posal Torasi, para nelayan, ABK kapal, dan masyarakat yang turut membantu pencarian hingga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Posal Torasi serta masyarakat dan para nelayan yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian dengan penuh kepedulian dan semangat. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, kecepatan bertindak, serta sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan,” ujar Komandan Kodaeral XI.

Komandan Kodaeral XI juga menekankan pentingnya kepedulian dan kewaspadaan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan, khususnya nelayan dan awak kapal, terhadap faktor keselamatan selama menjalankan kegiatan di laut maupun pesisir.

“Yang paling utama adalah keselamatan. Setiap laporan kedaruratan harus segera direspons dan ditindaklanjuti. Sinergi antara TNI AL dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam upaya pencarian dan pertolongan, sehingga setiap korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan,” ucapnya.

Keberhasilan pencarian Cemal Taibeno menunjukkan kesiapsiagaan Posal Torasi dalam merespons laporan kedaruratan di wilayah perairan. Keterlibatan nelayan, ABK kapal, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....