Program Kembara Perkuat Ekonomi Masyarakat Muting
- 21 Sep 2026 06:58 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Program Kembara: Kelembagaan Masyarakat Berdaya diinisiasi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM PS014 untuk memperkuat kelembagaan dan kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke. Program tersebut dilaksanakan di Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, mulai September hingga November 2026.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM PS014, Prof. Dr. Agustinus Supriyanto, mengatakan kelembagaan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif secara berkelanjutan.
“Kelembagaan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi. Melalui Program Kembara, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Agustinus.
Program Kembara melibatkan sejumlah kelembagaan masyarakat Kampung Mandekman, yakni Muslimat, PKK Kampung, Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan, Kelompok Jemaat Gereja Katolik, serta Pondok Pesantren. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga rangkaian utama, yakni pelatihan, pendampingan, dan diseminasi inovasi produk kampung.
Rangkaian awal dilaksanakan melalui FGD dan Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan serta Literasi Keuangan Dasar pada Minggu, 20 September 2026 di Balai Kampung Mandekman. Selanjutnya, Pelatihan Hilirisasi Produk Pertanian Sederhana dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 di lokasi yang sama.
Kepala Distrik Ulilin, Junaidi, berharap kehadiran Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat memberikan dampak bagi masyarakat transmigrasi dan masyarakat asli Papua, khususnya dalam meningkatkan ekonomi. Sementara itu, pendampingan kepada setiap kelembagaan masyarakat akan berlangsung hingga November 2026.
“ Saya dengan kedatangan Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat memberikan kebermanfaatan dan dampak yang luar biasa bagi sinergi masyarakat transmigrasi dan asli Papua, khususnya untuk meningkatkan ekonomi,” ungkap Junaidi.
Pada tahap akhir, Program Kembara akan ditutup melalui Mini Expo Inovasi Produk Kampung. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan hasil inovasi kelembagaan yang dikembangkan selama rangkaian program sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....