Distrik Waan Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau
- 22 Sep 2026 06:17 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke : Distrik Waan, Kabupaten Merauke, menghadapi persoalan kekurangan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Hal Ini disampaikan oleh Viktor Cabuya Mawen, S.Sos, Kepala Distrik Waan, dalam acara Potret Tapal Batas di RRI Merauke, Sabtu 19 September 2026. Ia menjelaskan, Distrik Waan merupakan salah satu wilayah terpencil dan terluar yang menghadapi tantangan alam setiap tahunnya.
“Distrik Waan merupakan daerah yang paling terisolir, daerah terpencil dan terluar. Namun ada beberapa tantangan yang setiap tahun harus kita hadapi.”Ungkap Viktor Cabuya Mawen.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat Waan berbeda pada setiap musim. Saat musim penghujan, wilayah tersebut rutin mengalami banjir rob yang berlangsung mulai Januari hingga Mei.Sementara pada musim kemarau, masyarakat menghadapi kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir terhadap keberlangsungan kebutuhan hidup sehari-hari.
Viktor mengatakan, upaya penanganan kekurangan air bersih telah dilakukan melalui komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, respons pemerintah Kabupaten Merauke terhadap kondisi tersebut cukup cepat.Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah tanggap darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Distrik Waan.
Selain itu, pemerintah daerah disebut akan menyiapkan kapal untuk mengangkut air bersih dari Merauke menuju Distrik Waan. Viktor juga menyampaikan adanya persiapan sekitar 28 ton air bersih untuk membantu menangani dampak musim kemarau panjang.Ditambahkan,masyarakat yang berada di Distrik Waan saat ini berjumlah sekitar 13 ribu jiwa. Ia berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat terus diberikan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain penanganan darurat, pemerintah dan pemangku kepentingan juga mulai memikirkan solusi jangka menengah dan jangka panjang. Salah satunya dengan mencari sumber air tanah menggunakan peralatan yang dapat mendeteksi keberadaan sumber air.Viktor berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi berkelanjutan sehingga masyarakat Waan tidak terus bergantung pada pengiriman air bersih dari luar wilayah.
Dalam penanganan kondisi tersebut, komunikasi juga telah dilakukan dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Merauke. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, ketahanan pangan, serta Satpol PP yang disebut telah dikerahkan pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....