Gubernur Apolo Hadiri Opening Ceremony Konvenda VIII PKK Se-Regio Papua

  • 18 Sep 2026 13:39 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke- Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menghadiri Opening Ceremony Konvensi Daerah (Konvenda) VIII Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Se-Regio Papua Tahun 2026. Konvenda berlangsung di Bell Hotel, Merauke, Kamis 17 September 2026. Momentum akbar itu mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.”

Kegiatan tersebut menjadi forum pertemuan para pemimpin (leader) Pembaruan Karismatik Katolik dari lima keuskupan di Tanah Papua, yakni Keuskupan Agats, Keuskupan Manokwari-Sorong, Keuskupan Timika, Keuskupan Jayapura, dan Keuskupan Agung Merauke. Kovenda berlangsung selama empat hari yakni Kamis-Minggu,17–20 September 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Merauke, Ketua DPR Provinsi Papua Selatan, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan waktu kehidupan dengan melakukan hal-hal yang membawa kebaikan bagi sesama.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia memiliki batas waktu. Karena itu, menurutnya, tidak ada manfaatnya jika kehidupan yang singkat diisi dengan rasa dendam, iri hati, maupun dengki.

“Tidak ada guna jika kita menyimpan rasa dendam, rasa iri, dan rasa dengki di dalam hati. Mari kita gunakan waktu kita yang singkat ini dengan hal-hal kebajikan,”kata Apolo.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Konvenda sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, membangun persaudaraan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada Tuhan dan sesama.

Pembaruan Karismatik Katolik merupakan salah satu gerakan pembaruan rohani dalam Gereja Katolik yang mendorong umat untuk semakin mengalami kasih Allah, membangun relasi pribadi dengan Yesus Kristus, serta membuka diri terhadap karya dan bimbingan Roh Kudus.

Melalui Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK), gerakan ini juga menjadi wadah koordinasi, pembinaan, dan pendampingan bagi komunitas-komunitas PKK di tingkat keuskupan agar pelayanan kepada umat dapat berkembang secara terarah.

Konvenda VIII tersebut sebagai forum pembinaan para leader yang terdiri dari imam, biarawan/biarawati, dan awam. Selain itu kegiatan ini bertujuan menjabarkan hasil Konvenas XV di Yogyakarta, menentukan Koordinator Regio Papua, menghimpun masukan dari Persekutuan Doa di seluruh Papua terkait arah pembinaan umat ke depan, serta memperkenalkan Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik kepada umat Katolik secara lebih luas.

Konvenda VIII juga menjadi momentum perayaan iman sekaligus memperkuat persaudaraan umat Katolik dalam keberagaman di Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....