DPD IWAPI Papsel Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Dorong Ekonomi Perempuan

  • 18 Sep 2026 08:02 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke: Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Papua Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertama, dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD IWAPI Papua Selatan serta pelantikan pengurus DPC IWAPI se-Provinsi Papua Selatan. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi IWAPI Papua Selatan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun program kerja organisasi ke depan, Kamis 17 September 2026.

Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Papua Selatan Fanny Tresia Hetharia dalam sambutannya mengatakan, Rakerda pertama bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi forum untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang lebih terarah, terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi perempuan pengusaha dan masyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi, tidak hanya sebagai bagian dari keluarga, tetapi juga sebagai pelaku usaha, pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, IWAPI Papua Selatan berkomitmen memperkuat kapasitas dan keterampilan perempuan, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap permodalan, pemasaran, teknologi, dan jaringan kemitraan.

“Mari kita jadikan organisasi IWAPI sebagai rumah besar bagi perempuan pengusaha yang saling mendukung, saling menguatkan, dan saling memberikan kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus DPD dan DPC IWAPI yang telah dikukuhkan dan dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, keikhlasan, dan semangat kebersamaan.

Rakerda pertama IWAPI Papua Selatan mengusung tema “Sinergitas IWAPI dengan Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan yang Kreatif, Inovatif dan Inklusif melalui Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan ekonomi saat ini. IWAPI menyadari pemberdayaan perempuan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi tersebut, IWAPI diharapkan dapat memperluas kesempatan perempuan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, memperoleh akses pembiayaan, dan memperluas pasar produk lokal.

Transformasi digital juga menjadi perhatian penting. Digitalisasi dinilai dapat membantu perempuan pengusaha memperluas pemasaran melalui berbagai platform digital, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun jaringan usaha yang lebih luas.

IWAPI Papua Selatan diharapkan dapat mengambil peran melalui pelatihan digitalisasi usaha, pendampingan UMKM perempuan, promosi produk lokal, dan pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak.

“Perempuan Papua Selatan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi digital, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menciptakan peluang dan memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, Papua Selatan memiliki potensi sumber daya alam, budaya, dan produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Potensi tersebut perlu diberikan nilai tambah melalui kreativitas, inovasi, peningkatan kualitas produk, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

IWAPI juga mengajak seluruh pengurus untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi perempuan.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, IWAPI Papua Selatan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong perempuan Papua Selatan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....