Lulusan Keperawatan Merauke Mampu Jadi Perawat Profesional dan Berkualitas
- 16 Sep 2026 05:33 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke: Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi Diploma Tiga (D-III) Keperawatan Merauke menggelar Upacara Yudisium Program Pendidikan Profesi Ners, Sarjana Terapan, dan Diploma Tiga Keperawatan Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan yudisium menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan untuk memasuki tahapan baru sebagai tenaga kesehatan profesional, Selasa 15 September 2026.
Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura, Budi Kristanto, S.TP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah berhasil melewati berbagai proses pendidikan.
Menurutnya, yudisium bukan sekadar seremoni untuk menandai berakhirnya pendidikan, tetapi menjadi titik perubahan dari mahasiswa menjadi tenaga profesional yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Karena itu, hari ini bukan hanya tentang keberhasilan akademik. Hari ini adalah tentang kesungguhan, ketangguhan, dan keberanian untuk terus melangkah,” ujar Budi.
Ia mengatakan, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan menghadapi dunia kerja dan pengabdian yang memiliki tantangan lebih besar. Para tenaga kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, keluarga, dan masyarakat sesuai kompetensi masing-masing.
Budi juga menekankan pentingnya menjadikan profesi tenaga kesehatan sebagai jalan pengabdian, bukan semata-mata pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.
“Jadilah tenaga kesehatan yang mau mengabdi. Bekerjalah dengan ilmu, tetapi hadirkan juga rasa kemanusiaan. Bekerjalah dengan keterampilan, tetapi jangan pernah kehilangan empati,” pesannya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga tenaga kesehatan yang jujur, berintegritas, peduli, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan.
Selain itu, Budi mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sistem pelayanan kesehatan yang terus berubah menuntut tenaga kesehatan untuk selalu meningkatkan kompetensi.
“Jangan pernah berhenti belajar. Ijazah adalah bukti bahwa Saudara telah menyelesaikan satu tahap pendidikan. Tetapi kompetensi adalah proses yang terus berjalan sepanjang perjalanan karier,” katanya.
Budi berharap para lulusan Poltekkes Kemenkes Jayapura tidak hanya mencari tempat untuk bekerja, tetapi juga tempat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga berpesan agar seluruh lulusan menjaga nama baik almamater dan menunjukkan bahwa lulusan Poltekkes Kemenkes Jayapura memiliki kompetensi, karakter, integritas, serta semangat pengabdian.
Sementara itu, Ketua Program Studi D-III Keperawatan Merauke, M. Saljan, mengatakan sebanyak 44 lulusan Prodi D-III Keperawatan Merauke mengikuti yudisium tahun akademik 2025/2026.
M. Saljan berharap seluruh lulusan mampu menjadi tenaga perawat yang profesional setelah mengabdikan diri di tengah masyarakat.
“Harapan kami, 44 lulusan Prodi D-III Keperawatan ini mampu menjadi tenaga perawat yang profesional ketika mengabdikan diri di lingkungan masyarakat sebagai perawat yang handal dan berkualitas, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para lulusan dalam memberikan pelayanan keperawatan yang profesional dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura juga menitipkan tiga pesan utama kepada para lulusan, yakni bekerja dengan hati, mengabdi dengan tulus, serta terus belajar dan mengembangkan diri.
Ia berharap para lulusan mampu membawa ilmu, karakter, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan di tengah masyarakat.
“Jadilah insan kesehatan yang bukan hanya kompeten dalam ilmu, tetapi juga mulia dalam pengabdian,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....