Tim Tanggap Darurat Jinakkan Karhutla di Merauke

  • 06 Sep 2026 04:02 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Kebakaran hutan dan lahan mengancam perkebunan sawit PT Agriprima Cipta Persada (PT ACP) dan PT Agrinusa Persada Mulia (PT APM) serta pemukiman warga di Distrik Muting dan Elikobel, Kabupaten Merauke. Kobaran api dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan untuk program cetak sawah rakyat di luar areal tanam perusahaan.

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran keselamatan warga dan karyawan karena api bergerak mendekati pemukiman serta blok kelapa sawit. Merespons ancaman ini, pimpinan perusahaan menginstruksikan tim gabungan untuk bergerak cepat menjinakkan titik api.

"Agar Tim penanganan kebakaran Lahan kebun PT ACP dan PT APM segera bergerak menuju lokasi-lokasi terjadinya kebakaran untuk melakukan penanganan dan bersinergi dengan masyarakat kampung untuk mengendalikan kobaran api," tegas GEM Papua Deni Yana pada Jum’at, 4 September 2026.

Tim kemudian mengidentifikasi titik api melalui patroli darat serta pemantauan udara menggunakan unit drone.

Prioritas utama pemadaman diarahkan pada titik api yang paling dekat dengan pemukiman warga dan batas kawasan kelapa sawit. Pemadaman dilakukan memakai mesin pompa air dan penyemprot bertekanan tinggi, yang dilengkapi pembuatan penyekatan lahan.

Meski terkendala musim kering dan terbatasnya sumber air, kerja sama tim berhasil memadamkan sumber api utama. Petugas kemudian menyisir seluruh area terbakar untuk pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara yang tertinggal.

Penanganan cepat ini membuktikan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan. PT ACP dan PT APM berkomitmen menjaga kesiapsiagaan sarana pemadaman di dalam maupun luar konsesi.

Setiap insiden kebakaran selalu dilaporkan secara awal melalui komunikasi lisan kepada pihak berwajib setempat. Langkah tersebut dilanjutkan dengan penyerahan laporan tertulis berupa Berita Acara Kejadian Kebakaran dan Penanganannya secara resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....