Anak Muda Belajar Merawat Batik Benang Ikat

  • 31 Agt 2026 06:40 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Pengrajin Batik Benang Ikat Merauke, Anna Kaize, melibatkan sekitar 20 anak muda dalam proses pembuatan batik benang ikat. Keterlibatan anak-anak tersebut diawali dari pelatihan yang diikuti sembilan orang, kemudian berkembang karena mereka saling mengajarkan keterampilan kepada teman lainnya.

Anna mengatakan, anak-anak yang terlibat memiliki kemauan untuk belajar, terutama dalam proses menjahit motif pada kain. Sementara itu, proses menarik dan mengikat benang masih menjadi tantangan karena membutuhkan ketelitian agar motif tidak luntur saat pewarnaan.

“Tidak apa-apa belajar saja. Ini kalian proses belajar, saya juga belajar,” kata Anna. Menurutnya, meski hasil jahitan dan ikatan sebagian anak masih belum rapi, kemauan mereka untuk mencoba sudah menjadi hal yang positif.

Anna menjelaskan, pembuatan batik benang ikat melalui sejumlah tahapan, mulai dari melukis motif pada kain putih, menjelujur dan menjahit mengikuti motif, kemudian mengikat dan menarik benang sebelum dilakukan pewarnaan. Setelah pewarnaan selesai, benang yang sebelumnya dijahit dan diikat dilepas sehingga motif terlihat pada kain.

Untuk menghasilkan satu kain berukuran sekitar 1 x 2 meter, dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Lamanya proses tersebut karena setiap tahapan membutuhkan ketelitian, khususnya pada proses menarik dan mengikat benang.

Anna juga mengembangkan motif yang terinspirasi dari ornamen khas Papua Selatan, seperti rumah semut dan rusa. Ia berharap penggunaan motif tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Papua Selatan melalui kain batik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....