Dinkes Papua Selatan Ingatkan Masyarakat Terapkan CEK KLIK sebelum Konsumsi Jamu
- 29 Agt 2026 07:41 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum mengonsumsi jamu maupun obat tradisional, terutama produk yang beredar dalam kemasan.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan, Waluyo, S.Kep., Ners, mengatakan masyarakat perlu menerapkan prinsip CEK KLIK, yakni cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa sebelum mengonsumsi produk.
Menurut Waluyo, masyarakat perlu memastikan kemasan produk dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan seperti bocor, penyok maupun menggembung.
“Yang pertama cek kemasan, yakni memastikan bahwa wadah jamu atau obat tradisional dalam kondisi baik, tidak bocor, tidak peyot, kemudian tidak menggembung. Kemudian cek labelnya, membaca informasi produk dengan teliti,” ujar Waluyo, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, label produk perlu diperiksa untuk mengetahui khasiat, aturan penggunaan atau dosis, serta efek samping yang mungkin ditimbulkan. Penggunaan yang tidak sesuai aturan, baik berlebihan maupun kurang dari dosis yang dianjurkan, dapat memengaruhi efek produk yang dikonsumsi.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan produk memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), baik produk lokal maupun impor.
Waluyo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap klaim produk yang beredar di media sosial, termasuk informasi mengenai obat herbal yang disebut dapat menyembuhkan penyakit dengan cepat.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu mengecek izin edar dan informasi produk sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.
“Mohon untuk juga izin edarnya untuk dicek. Kemudian cek juga tanggal kedaluwarsanya,” katanya.
Waluyo menambahkan, masyarakat yang menemukan produk yang diduga ilegal atau memiliki klaim berlebihan dapat melaporkannya melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Dinas Kesehatan maupun Balai POM.
Ia mengatakan, edukasi mengenai penggunaan herbal yang aman juga terus dilakukan melalui Posyandu, kader Posyandu dan PKK dalam kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Kampanye juga diarahkan kepada generasi muda melalui Posyandu Remaja dan kelompok usia sekolah. Selain sosialisasi secara langsung, edukasi dilakukan melalui media sosial seperti Facebook, YouTube dan Instagram.
Waluyo berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga lebih jeli dalam memilih dan mengonsumsi jamu maupun obat tradisional secara aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....