Stres Ibu Dapat Hambat Produksi ASI
- 10 Agt 2026 07:59 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Kondisi psikologis ibu setelah melahirkan dapat memengaruhi kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI), terutama ketika ibu mengalami stres, tekanan mental, maupun kondisi fisik yang kurang baik. Dokter Spesialis Anak RSUD Merauke, dr. Meyke Mardelis Ranggabua, SpA, mengatakan ibu membutuhkan kondisi yang tenang, nyaman, dan bahagia agar proses produksi ASI dapat berlangsung dengan baik, pada Jum'at, 7 Agustus 2026.
dr. Meyke menjelaskan, pada sebagian ibu, ASI belum langsung keluar pada hari pertama atau kedua setelah melahirkan dan umumnya mulai muncul sekitar hari ketiga. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi emosional ibu setelah persalinan.
“ASI itu diproduksi pada saat ibu merasa tenang, ibu merasa nyaman, ibu merasa senang, bahagia,” ujar dr. Meyke. Sebaliknya, tekanan mental, stres emosional, maupun kondisi fisik ibu yang kurang baik dapat membuat ASI lebih sulit keluar.
Ia mencontohkan, kondisi bayi yang sedang sakit atau ibu yang juga mengalami sakit setelah melahirkan dapat menimbulkan stres fisik dan psikis. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak menghambat proses pemberian ASI kepada bayi.
Menurut dr. Meyke, dukungan dari keluarga menjadi salah satu hal penting bagi ibu setelah melahirkan. Lingkungan yang nyaman dan dukungan emosional dari orang-orang terdekat dapat membantu ibu lebih tenang dalam menjalani proses menyusui.
Selain menjaga kondisi psikologis, ibu juga perlu mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan apabila mengalami kendala dalam pemberian ASI. Dengan dukungan yang tepat, proses menyusui diharapkan dapat berlangsung lebih optimal sehingga bayi tetap memperoleh ASI sebagai sumber nutrisi utama pada awal kehidupannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....