BPBD Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino

  • 17 Jul 2026 06:42 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi selama musim kemarau 2026. Sinergi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Merauke pada Kamis, 16 Juli 2026.

Koordinasi dilakukan bersama BMKG, TNI, Polri, Dinas Sosial, instansi ketahanan pangan, perusahaan daerah air minum (PAM), serta sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya. BPBD menilai penanganan dampak El Nino tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor sejak sebelum bencana terjadi.

"Kalau kebakaran hutan kami berkoordinasi dengan kehutanan dan lingkungan hidup. Untuk kekeringan kami berkoordinasi dengan PAM agar air bersih bisa disalurkan menggunakan armada yang kami siapkan kepada masyarakat terdampak," kata Kabid Pelayanan Informasi Rawan Bencana BPBD Kabupaten Merauke, Andarias Ro'son.

Menurutnya, fenomena El Nino tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah rawan seperti Distrik Muting, Wasur, dan kawasan lainnya. Asap akibat kebakaran tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat melalui meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Selain itu, patroli rutin bersama instansi terkait terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik-titik kebakaran di wilayah rawan.

Meski hingga pertengahan Juli 2026 belum menerima laporan adanya kekeringan parah, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih kering dari biasanya. Masyarakat diimbau mulai menyiapkan cadangan air dengan menadah air hujan, membuat sumur rumah tangga apabila memungkinkan, serta menggunakan air secara bijaksana.

Andarias menambahkan BPBD telah menyiapkan logistik, armada distribusi air bersih, serta program sosialisasi berdasarkan informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. Melalui kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, BPBD berharap dampak El Nino di Kabupaten Merauke dapat diminimalkan sehingga kebutuhan air bersih, kesehatan, dan aktivitas masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....