Kadis Pertanian Merauke Apresiasi Aspirasi Masyarakat Adat Terkait Program Ceta

  • 22 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Yosefa Rumaseuw, mengapresiasi langkah Lembaga Masyarakat Adat Suku Kimaima yang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait rencana Program Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Rakyat di Pulau Kimaam.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Merauke pada Senin, 22 Juni 2026 tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat adat untuk membahas rencana pembangunan pertanian sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi serta kekhawatiran masyarakat terhadap program yang akan dilaksanakan.

Yosefa Rumaseuw mengatakan, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci agar setiap program pembangunan dapat dipahami secara utuh. Menurutnya, program strategis nasional pada dasarnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat adat setempat.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Merauke memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan menjadi salah satu daerah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, peningkatan produksi tanaman pangan menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah yang perlu didorong melalui berbagai program pembangunan sektor pertanian.

Menurut Yosefa, forum dialog yang difasilitasi masyarakat adat merupakan bagian dari proses demokrasi yang perlu diapresiasi. Melalui forum tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai pandangan, termasuk mengenai pentingnya perlindungan tanah adat yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat Papua.

"Kami berterima kasih kepada lembaga masyarakat adat yang telah mengoordinasikan seluruh unsur organisasinya untuk datang dan mendengarkan langsung penjelasan pemerintah. Ini menjadi ruang yang baik untuk menyampaikan berbagai keresahan sekaligus memahami tujuan program yang sedang dijalankan," ujarnya.

Yosefa menegaskan bahwa setiap program pembangunan pertanian yang dilaksanakan pemerintah daerah selalu diawali dengan proses perencanaan dan musyawarah pembangunan di tingkat kampung. Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui forum tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan program sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ia berharap dialog antara pemerintah dan masyarakat adat dapat terus dilakukan sehingga pembangunan yang dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan di Kabupaten Merauke maupun secara nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....