Gubernur Papua Selatan Tanggapi Film Pesta Babi
- 19 Mei 2026 06:23 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menanggapi maraknya pembahasan terkait film “Pesta Babi” yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Ia meminta seluruh pihak memahami konteks budaya Papua secara utuh sebelum memberikan penilaian terhadap ritual adat yang ditampilkan.
Pernyataan itu disampaikan Apolo Safanpo di Hotel Halogen Merauke pada Senin, 18 Mei 2026. Menurutnya, pesta adat di Papua memiliki makna filosofis dan nilai budaya yang berbeda-beda di setiap etnis, meskipun ritual yang dilakukan terlihat serupa.
“Di Papua itu beberapa etnis, budaya yang sama bisa dimaknai secara berbeda. Karena itu kita harus paham konteksnya,” ujar Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo di hadapan wartawan.
Ia menjelaskan, ritual pesta adat di wilayah Asmat, Mappi, Boven Digoel maupun Merauke dapat memiliki pesan moral yang berbeda sesuai tradisi masyarakat setempat. Karena itu, menurutnya, setiap unsur budaya perlu dipahami secara bijaksana dan tidak dilepaskan dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Apolo juga menekankan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan budaya tempatnya hidup. Ia menyebut ada aspek kehidupan yang dapat dikelola untuk kebutuhan pembangunan, namun ada pula yang harus dijaga dan dilestarikan demi keberlangsungan hidup manusia, tumbuhan, dan hewan di masa mendatang.
Terkait isu pelarangan pemutaran film, Apolo menegaskan hingga saat ini tidak ada larangan resmi dari pemerintah terhadap pemutaran film tersebut di Papua Selatan. Ia mengatakan pemerintah mengacu pada pernyataan Menteri HAM RI yang menyebut pelarangan hanya dapat dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....