Sekolah Rakyat 77 Kekurangan Guru dan Rombel
- 02 Mar 2026 10:14 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke: Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke saat ini menghadapi keterbatasan tenaga pendidik seiring bertambahnya jumlah rombongan belajar. Kebutuhan guru menjadi tantangan utama dalam pengembangan layanan pendidikan berbasis inklusi ini, pada Senin, 2 Maret 2026.
Untuk jenjang SD, sekolah membuka lima rombongan belajar dari kelas satu hingga kelas lima, sementara jenjang SMP membuka dua rombel untuk kelas tujuh dan delapan. Namun, jumlah tenaga pengajar belum sebanding dengan kebutuhan pembelajaran.
| Baca juga: Pelatihan Guru Mappi Digelar Lima Hari |
“Untuk SD kami hanya memiliki dua guru, padahal ada lima rombel. Tahun ajaran depan kami butuh enam guru baru, sedangkan untuk SMP kami masih kekurangan delapan guru,” ujar Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke, Budi Sutomo
Keterbatasan guru ini berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar di sekolah. Meski demikian, kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan sistem adaptif dan kolaboratif.
Manajemen sekolah memilih tidak membuka kelas enam dan sembilan karena masih dalam proses mutasi siswa dari sekolah asal. Proses administrasi dan legalitas akademik menjadi pertimbangan utama kebijakan tersebut.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke menargetkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas pengembangan. Penguatan jumlah guru dinilai menjadi kunci keberlanjutan program pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....