Cegah Stunting, Pertamina Gandeng Papua Jungle Chef Olah Pangan Lokal
- 22 Feb 2026 08:52 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Pertamina Patra Niaga menggandeng aktivis pangan lokal Charles Toto yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi. Kolaborasi ini berlangsung dalam kegiatan pelatihan yang digelar di Pantai Base-G, Jayapura, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Integrated Terminal (IT) Jayapura melalui Program CSR Posyandu Berdaya Imbi ini bertujuan menekan angka stunting akibat kekurangan gizi. Penanganan stunting dipandang perlu karena faktor penyebabnya bersifat multidimensional, sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak hanya medis tetapi juga edukatif.
Dalam kesempatan tersebut, Charles Toto menekankan pentingnya mengubah persepsi masyarakat bahwa makanan bergizi identik dengan biaya mahal. Ia justru mendorong pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah.
"Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak," ujar Charles.
Ia melakukan demonstrasi memasak dengan mengolah bahan lokal menjadi sajian modern yang menarik bagi anak-anak, salah satunya adalah Sushi Keladi. Inovasi ini menggunakan keladi tumbuk sebagai pengganti nasi, daun gedhi sebagai pengganti nori, serta sayur lilin dan alpukat sebagai isian.
“Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi, sumber karbohidrat indeks glikemik rendah. Lalu, daun gedhi digunakan sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Terakhir, sayur lilin, alpukat dan aneka ikan digunakan sebagai isian atau sumber protein, lemak sehat dan serat. Bahannya sehari-hari banyak tersedia,” tambahnya.
Pelatihan ini menyasar para kader posyandu yang nantinya diharapkan dapat meneruskan keterampilan tersebut kepada masyarakat luas. Materi yang diberikan mencakup teknik pengolahan untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak sekolah usia 5–9 tahun, remaja, hingga lansia.
Heni Purwati, salah satu Kader Posyandu Cenderawasih, mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan ini. Selama ini, ia dan rekan-rekannya kerap kesulitan mengolah ikan karena aroma amis yang sulit dihilangkan sehingga anak-anak kurang menyukainya.
“Jujur saja, selama ini kita sering pusing kalau masak ikan karena sudah diolah macam-macam tetap saja masih ada bau amis, anak-anak jadi kurang tertarik. Tapi tadi waktu demo masak, kita lihat sendiri ternyata bisa bikin olahan yang tidak amis sama sekali, dan anak-anak langsung suka,” ucap Heni.
IT Manager Jayapura, James W. Muabuay menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar pelatihan memasak. Pihaknya ingin menghadirkan inovasi pangan tanpa mengorbankan cita rasa dan tampilan yang digemari anak-anak, sekaligus melestarikan budaya kuliner Papua.
"Kehadiran sosok seperti Papua Jungle Chef, Charles Toto diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin berdaya dan kreatif dalam mengolah pangan lokal. Dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua. Kami meyakini pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi kokoh dalam membangun generasi masa depan Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul," imbuh James.
Pertamina Patra Niaga berharap Program Posyandu Berdaya Imbi dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....