Komunitas Meen Oha Project Karyakan Audiobook Bahasa Marind

  • 12 Apr 2026 15:08 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Komunitas Meen Oha Project karyakan audiobook bahasa Marind sebagai terobosan digitalisasi dalam melestarikan budaya khususnya bahasa ibu.

Langkah ini sebagai bentuk kecintaan sekaligus menjawab keresahan akan penggunaan bahasa ibu yang semakin jarang digunakan khususnya di kabupaten merauke. Secara harafiah berarti “rumah bahasa” dan merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan bahasa daerah sebagai identitas dan kekayaan budaya masyarakat, khususnya bahasa Marind atau Wanggai Mayan di Kabupaten Merauke.

Audiobook dikaryakan melalui kolaborasi antara program Inspirasi (Indonesia Young Leaders Programme) bersama Bee Course, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke dan sekolah dampingan adalah SD Inpres Gudang Arang Merauke. Program ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan, mudah dipahami karena metode dan bahan pembelajaran sangat basic dengan kehidupan anak - anak dilingkungan sekitar.

"Jadi awal mula ide audiobook bahas Marind ini muncul, karena adanya keresahan dan kesadaran kami anak - anak muda yang lahir dan besar di Merauke untuk bisa berbahasa ibu atau bahasa lokal baik di sekolah, di tempat kerja bahkan dilingkungan sekitar. Kebetulan saya mendapatkan program Inspirasi yang mendukung saya untuk belajar selama 3 bulan di New Zealand. Tujuan studi itu untuk menganalisis permasalahan - permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya akar rumput dan bagaimana kita menjawab tantangan - tangan tersebut. Akhirnya terbentuklah komunitas Meen Oha Project dengan tujuan menjawab permasalahan - permasalahan dari akar rumput. Kami buat analisis dan kerja sama dng dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Merauke untuk merekomendasikan sekolah yang akan kami dampingi, kemudian penutur bahasa serta para akademisi dan NGO (Non Governmental Organization) untuk bersama diskusi mencari tau akar permasalahan yang terjadi, mengapa peminat atau penutur bahasa Marind ini rendah. Banyak Guru yang tertarik belajar bahasa Marind, banyak peminatnya tetapi kesulitan dalam bertutur sehingga kami berinisiatif membuat audiobook bahasa Marind. Kami juga kerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Papua dalam membuat narasi bahan pembelajaran." Ucap Ketua Komunitas Meen Oha Project, Sabina Iriani Baranggon saat live by phone dari New Zealand di program Ngobras (Ngobrol Bersama Komunitas) Pro1 RRI Merauke, Jumat (10/04/2026).

Sabina berterima kasih kepada semua pihak yang susah turun membantu sehingga audiobook bahasa Marind ini dapat dikaryakan dengan baik. Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Merauke, Inspirasi, Bee Course, Kepala Sekolah, semua Guru - Guru, Penutur dan siswa - siswi SD Inpres Gudang Arang Merauke, RRI Merauke yang membantu produksi perekaman audionya, team animator yang mengarap animasi audiobook bahasa Marind.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....