Perkuat Kawasan Transmigrasi, TEP UGM Isi Kajian Aisyiyah di Muting
- 02 Okt 2026 12:47 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke :Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mempererat silaturahmi dan kolaborasi bersama masyarakat di kawasan transmigrasi melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah Distrik Muting yaitu melalui kegiatan pengajian Aisyiyah yang diselenggarakan di Kampung Enggol Jaya, Distrik Muting, Kabupaten Merauke.
Kehadiran TEP UGM di Merauke merupakan bagian dari program kolaborasi strategis Kementerian Transmigrasi bersama 10 perguruan tinggi di Indonesia. Berlangsung selama empat bulan dari 1 Agustus hingga 25 November 2026, program ini menerjunkan para alumni jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) serta profesional berpengalaman yang telah lolos seleksi ketat, baik dari alumni UGM maupun perguruan tinggi lainnya, guna menghadirkan SDM unggul di kawasan transmigrasi.
Dalam kegiatan tersebut, TEP UGM mendapat kesempatan berkontribusi secara langsung dengan menyampaikan kajian di hadapan ibu-ibu anggota Aisyiyah. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dipandang sebagai bentuk pengabdian langsung untuk membangun kedekatan serta memahami potensi dan kebutuhan masyarakat setempat secara utuh.
Perwakilan TEP UGM, Lukman Nulhakim yang juga merupakan pengasuh salah satu pondok pesantren di Yogyakarta menyampaikan bahwa keberadaan tim di Distrik Muting adalah ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi warga.
“Bagi kami, hadir di tengah masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi bagaimana kita bisa membangun hubungan, mendengar, belajar, dan berbagi bersama masyarakat. Pengajian Aisyiyah ini menjadi salah satu ruang yang sangat baik untuk membangun silaturahmi sekaligus berbagi pengetahuan dan nilai-nilai yang bermanfaat,” ujar Lukman.
Ia menambahkan bahwa masyarakat merupakan bagian penting dalam perjalanan TEP UGM selama berada di wilayah Muting.
“Kami berharap kehadiran TEP UGM dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat. Kami datang bukan hanya untuk membawa program, tetapi juga untuk belajar dari pengalaman dan kearifan masyarakat setempat. Semoga kolaborasi seperti ini terus terbangun dan memberikan manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi kami sebagai bagian dari Tim Ekspedisi Patriot,”
Langkah TEP UGM ini mendapatkan apresiasi hangat dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Distrik Muting. Ketua (PCA) Distrik Muting mengungkapkan bahwa kehadiran TEP UGM memberikan warna baru dan memberikan semangat tersendiri bagi warga Kampung Enggol Jaya.
“Kami sangat senang dan menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot UGM dalam kegiatan pengajian Aisyiyah. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi ibu-ibu dan masyarakat. Selain mendapatkan ilmu melalui kajian, kami juga dapat bersilaturahmi dan mengenal lebih dekat teman-teman dari UGM yang hadir di tengah masyarakat Muting,”
Pihaknya berharap silaturahmi ini menjadi titik awal dari kemitraan yang berkelanjutan diberbagai sektor.
“Kami berharap ini bukan menjadi pertemuan terakhir. Semoga ke depan Aisyiyah dan Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat terus berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan kegiatan sosial.” Katanya
Selain pengajian Aisyiyah, TEP UGM juga membangun komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat Muting, seperti kelompok perempuan, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, kelompok tani, hingga organisasi kemasyarakatan. Keterlibatan langsung ini menjadi sarana penting untuk memetakan potensi dan tantangan wilayah secara akurat, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi berkelanjutan bermula dari silaturahmi yang tulus. [TEP UGM 2026]
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....