Tim Ekspedisi Patriot UGM Dongkrak Produktivitas Peternakan Muting
- 30 Sep 2026 12:30 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Kawasan Transmigrasi (KT) Muting memiliki potensi peternakan yang cukup besar, khususnya komoditas sapi yang telah dipelihara oleh masyarakat sebagai salah satu sumber pendapatan rumah tangga. Namun, kegiatan peternakan sapi di Muting saat ini masih didominasi oleh peternakan individu dengan sistem pemeliharaan semi-intensif.
Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan ternak masih sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman masing-masing peternak, terutama dalam aspek pemberian pakan, kesehatan, dan penanganan penyakit. Di sisi lain, peternak masih menghadapi sejumlah permasalahan kesehatan ternak, seperti kembung, cacingan, serta kekurangan mineral yang dapat memengaruhi kondisi tubuh dan produktivitas sapi.
Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan peternak mengenai pengenalan gejala penyakit dan langkah penanganan yang dapat dilakukan secara tepat di tingkat peternakan. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian dalam pemeliharaan sapi di Muting adalah ditemukannya sapi yang mengalami kelumpuhan serta perilaku memakan benda yang bukan merupakan pakan, seperti ember plastik dan tali tambang.
Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dan mineral ternak. Kekurangan mineral tertentu dapat menyebabkan ternak menunjukkan perilaku tidak normal atau pica, yaitu kecenderungan mengonsumsi benda-benda yang bukan merupakan bahan pakan. Apabila kondisi tersebut tidak diperhatikan, kesehatan dan performa ternak dapat terganggu.
Karena itu, peningkatan kapasitas peternak tidak hanya diperlukan dalam mengenali penyakit, tetapi juga dalam memahami kebutuhan nutrisi dan penyediaan sumber mineral bagi ternak.
Melihat kondisi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 Universitas Gadjah Mada (UGM) KT Muting mendorong penguatan kapasitas peternak melalui kegiatan pelatihan penanganan penyakit ternak, pengenalan tanaman pakan ternak, serta praktik pembuatan mineral blok. Kegiatan ini menghadirkan Anselmus Kuruwop selaku Penyuluh Peternakan di Muting yang memberikan materi mengenai budidaya dan kesehatan sapi. Materi diarahkan pada pengenalan ciri-ciri penyakit yang umum ditemukan pada ternak, khususnya kembung dan cacingan, serta langkah penanganan awal yang dapat dilakukan oleh peternak.
Penyuluhan tersebut diharapkan dapat membantu peternak mengenali kondisi ternaknya secara lebih dini sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan sebelum gangguan kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi pengenalan tanaman pakan ternak dan pembuatan mineral blok yang disampaikan oleh Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM yang merupakan alumni S1 dan S2 Fakultas peternakan UGM. Materi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki manajemen pakan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak di tingkat peternak.
Peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan serta pentingnya menyediakan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Pemanfaatan sumber pakan yang tersedia di sekitar lingkungan peternakan juga dapat menjadi alternatif untuk mendukung ketersediaan pakan secara berkelanjutan, terutama pada sistem pemeliharaan semi-intensif.
Selain pengenalan tanaman pakan, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik pembuatan mineral blok. Mineral blok diperkenalkan sebagai salah satu sumber mineral tambahan yang dapat diberikan kepada ternak untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral dalam ransum. Pelatihan ini menjadi relevan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan, termasuk adanya sapi yang mengalami kelumpuhan dan perilaku memakan benda seperti ember plastik maupun tali tambang.
Melalui materi tersebut, peternak diberikan pemahaman bahwa pemenuhan nutrisi ternak perlu diperhatikan secara menyeluruh, tidak hanya dari jumlah pakan, tetapi juga dari kandungan nutrisi dan mineral yang dibutuhkan untuk menunjang kondisi tubuh serta kesehatan sapi. Kegiatan pelatihan juga menjadi ruang interaksi antara peternak dan narasumber untuk membahas permasalahan yang secara langsung dihadapi dalam pemeliharaan sapi.
Peternak dapat menyampaikan kondisi ternak yang ditemukan di lapangan dan memperoleh penjelasan mengenai kemungkinan penyebab serta langkah penanganan yang dapat dilakukan. Pendekatan berbasis permasalahan tersebut diharapkan dapat membuat materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan karena disesuaikan dengan kondisi nyata peternakan masyarakat Muting.(Tim Ekspedisi Patriot UGM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....