AstraPay Menjangkau Ujung Negeri
- 27 Jun 2026 12:15 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : "Brrmmm..." Suara mesin Honda Vario memecah keheningan sore di Distrik Sota, Kabupaten Merauke.
Benediktus Amapirip baru saja pulang dari kebun.
Beberapa karung hasil panen ia turunkan dari belakang motornya, sementara keringat masih membasahi bajunya.
Bagi Benediktus, motor itu adalah sumber penghidupan.
Setiap hari, kendaraan tersebut mengantarnya ke kebun dan membawa pulang hasil panen untuk menghidupi keluarganya.
Namun, setiap kali cicilan jatuh tempo, ia selalu teringat perjalanan panjang ke Kota Merauke.
"Besok sudah jatuh tempo cicilan," terdengar suara istrinya dari dalam rumah.
Bukan uang yang membuat Benediktus khawatir, melainkan jarak.
Membayar cicilan berarti meninggalkan pekerjaan, mengeluarkan biaya perjalanan, dan kehilangan waktu mencari nafkah.
Kini, semua itu berubah.
Melalui AstraPay yang terintegrasi dengan pembayaran angsuran FIF, Benediktus cukup membayar cicilan dari telepon genggamnya.
Tak ada lagi perjalanan panjang.
Waktu yang dulu habis di jalan kini dapat digunakan untuk bekerja, berkumpul bersama keluarga, dan menjaga harapan tetap hidup.
Menjaga Nafkah
Bagi Benediktus Amapirip, waktu adalah bagian penting dalam mencari nafkah.
Setiap hari, ia harus menjaga kebun dan memastikan hasil panen bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Motor Honda Vario menjadi penghubung antara kebun dan rumah.
Kendaraan itu membantunya membawa hasil panen tanpa harus bergantung pada perjalanan jauh.
Sebelum menggunakan AstraPay, pembayaran cicilan membuatnya harus meninggalkan pekerjaan dan pergi ke Kota Merauke.
"Sekarang sa tinggal bayar lewat AstraPay. Tidak perlu lagi ke kota," katanya.
Menurut Benediktus, pembayaran melalui telepon genggam membuat waktunya lebih efisien.
Ia tetap bisa bekerja di kebun tanpa kehilangan waktu untuk mencari nafkah.
| Baca juga: Kapsul Waktu di Ujung Negeri |
"Lebih ringan rasanya," ujarnya.

Mengejar Mimpi
Ratusan kilometer dari Sota, Ananias Yaluwo menjalani hari sebagai pelajar di Distrik Muting.
Dari kampungnya menuju Merauke membutuhkan waktu sekitar 12 jam.
Dulu, setiap kali harus membayar cicilan, waktu belajarnya terbuang untuk perjalanan.
Kini, semuanya bisa dilakukan melalui AstraPay.
"Sekarang sa tidak perlu pergi lagi. Bayar dari HP saja," katanya.
Honda Beat yang dibelinya melalui FIF membantunya beraktivitas setiap hari.
Sementara AstraPay membuatnya tetap bisa memenuhi kewajiban membayar cicilan tanpa meninggalkan sekolah.
Ia juga memanfaatkan berbagai promo dan poin dari setiap transaksi.
"Biar sa tinggal di kampung, sekarang sa bisa nikmati layanan yang sama seperti orang di kota," ujarnya.
Bagi Ananias, kemudahan itu bukan sekadar soal membayar cicilan, tetapi juga memberi kesempatan untuk tetap belajar tanpa harus menghabiskan waktu di perjalanan.
Dipisahkan Laut
Di Distrik Kimaam, perjalanan menuju Merauke harus ditempuh dengan kapal selama sekitar satu hari.
Bagi Hengki Kundop, perjalanan itu dulu menjadi bagian dari setiap kali jatuh tempo cicilan.
Sebagai pedagang daging rusa, ia mengandalkan Honda CRF untuk berburu sekaligus mengangkut dagangannya.
Pergi ke Merauke berarti meninggalkan pekerjaan dan kehilangan penghasilan.
Kini, semuanya berubah.
"Dari kampung saja sa bisa bayar cicilan," katanya.
Melalui AstraPay, Hengki tidak lagi mengeluarkan biaya perjalanan hanya untuk membayar angsuran.
Uang yang dulu habis untuk ongkos kapal kini bisa digunakan mengembangkan usahanya.
Ia juga tetap menggunakan AstraPay karena tersedia berbagai promo dan poin transaksi.
"Lebih hemat dan tidak perlu tinggalkan pekerjaan," ujarnya.
Bagi Hengki, kemudahan itu membuatnya tetap bisa bekerja tanpa harus menyeberangi laut hanya untuk membayar cicilan.

Mengabdi Tanpa Jeda
Menjadi pegawai negeri di Distrik Kaptel membuat Natalia Konam terbiasa hidup jauh dari pusat kota.
Perjalanan menuju Merauke harus ditempuh dengan speedboat dan sangat bergantung pada cuaca.
Di tengah tugas melayani masyarakat, ia juga harus membayar cicilan Honda Scoopy yang dibeli melalui FIF.
Kini, pembayaran itu cukup dilakukan melalui AstraPay.
"Sa tidak perlu lagi meninggalkan tempat tugas hanya untuk membayar cicilan," katanya.
Menurut Natalia, waktu yang dulu habis di perjalanan kini bisa dimanfaatkan untuk melayani masyarakat.
Ia juga tetap menggunakan AstraPay karena menawarkan berbagai promo dan poin transaksi.
Baginya, kemudahan itu membuat pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa harus terganggu urusan membayar cicilan.
Mendekatkan Layanan
Kemudahan membayar angsuran melalui AstraPay menjadi bagian dari transformasi layanan FIFGROUP untuk menjangkau pelanggan hingga ke wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
Saat ini, FIFGROUP melayani sekitar 8 juta pelanggan di seluruh Indonesia, dengan sekitar 4 juta di antaranya merupakan pelanggan aktif.
Layanan tersebut didukung 250 kantor cabang dan 419 Point of Service (POS) di berbagai daerah.
Representative Head FIFGROUP Merauke, Abdul Hakim, mengatakan pelanggan kini tidak perlu lagi datang ke kantor cabang hanya untuk membayar angsuran.
"Kita selalu sosialisasi agar pelanggan paham menggunakan aplikasi AstraPay," ujarnya.
Menurut Abdul Hakim, AstraPay membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Berbagai promo pembayaran dan AstraPoints juga menjadi nilai tambah, terutama bagi warga di distrik-distrik yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Merauke.
Memperluas Akses
Di balik kemudahan itu, AstraPay bersama FIFGROUP menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat.
Melalui aplikasi ini, pembayaran angsuran kendaraan Honda dapat dilakukan langsung dari telepon genggam tanpa harus datang ke kantor cabang.
Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana, mengatakan kolaborasi dengan FIFGROUP merupakan upaya menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, pembayaran angsuran melalui AstraPay diharapkan memberi pengalaman transaksi yang praktis, aman, dan dapat dilakukan kapan saja dari mana saja.
"Kami ingin layanan keuangan semakin mudah diakses masyarakat," ujarnya.
Bagi warga di Sota, Muting, Kimaam, hingga Kaptel, kemudahan itu bukan sekadar mempermudah pembayaran cicilan.
Waktu yang dulu habis di perjalanan kini bisa digunakan petani untuk bekerja, pelajar untuk belajar, pedagang untuk mencari nafkah, dan aparatur sipil negara untuk melayani masyarakat.
Menembus Batas
Sore kembali datang di Merauke.
Benediktus pulang dari kebun, Ananias selesai belajar, Hengki masih menyiapkan dagangannya, dan Natalia tetap berada di tempat tugasnya.
Dulu, ketika cicilan jatuh tempo, mereka harus meninggalkan semua itu.
Ada yang menempuh perjalanan berjam-jam, ada yang menyeberangi laut, ada pula yang rela kehilangan waktu bekerja hanya untuk melakukan satu pembayaran.
Kini, cerita mereka berubah.
"Lebih mudah," kata Benediktus.
"Bayar dari HP saja," ujar Ananias.
Hengki tak lagi meninggalkan pekerjaannya, sementara Natalia tetap dapat melayani masyarakat tanpa harus pergi ke kota.
Jarak menuju Merauke memang masih sama.
Jalan yang panjang, sungai, dan laut tidak berpindah ke mana-mana.
Namun, yang berubah adalah cara masyarakat mendapatkan layanan.
Bagi mereka, AstraPay bukan sekadar aplikasi untuk membayar angsuran.
AstraPay membuat waktu tidak lagi habis di perjalanan, pekerjaan tetap berjalan, dan harapan tetap tumbuh, meski tinggal jauh di ujung timur Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....