Protes Tarif Pelayaran, Ratusan Pekerja Logistik Demo di Merauke

  • 27 Feb 2026 02:18 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Ratusan pekerja logistik dan forwarder turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menolak kebijakan kenaikan tarif yang diberlakukan perusahaan pelayaran peti kemas. Aksi damai ini dengan berkeliling melakukan konvoi di kota Merauke, Kamis 26 Februari 2026.

Massa aksi membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka mendesak manajemen perusahaan pelayaran mencabut kebijakan yang dinilai memberatkan tersebut. Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI Cabang Merauke, Abi Bakri Alhamid, menyampaikan keberatan keras atas kebijakan sepihak tersebut. Pihaknya menolak kenaikan tiga komponen biaya pelayaran sekaligus.

"Kami menolak kenaikan biaya DO, biaya cleaning, dan biaya demorage yang dilakukan sepihak," kata Abi Bakri di lokasi demo.

Abi Bakri Alhamid merinci, biaya DO naik dari Rp100.000 menjadi Rp200.000. Sementara itu, perusahaan juga memberlakukan biaya cleaning baru sebesar Rp200.000. Penolakan juga ditujukan pada kenaikan biaya demorage yang dinilai semakin memberatkan pengusaha jasa pengiriman.

Dalam aksi tersebut, ALFI mengungkapkan alasan perusahaan pelayaran menaikkan tarif. Perusahaan beralasan mengalami kerugian akibat waktu berlabuh yang cukup lama sehingga biaya operasional membengkak. Namun, ALFI menegaskan bahwa persoalan itu bukan tanggung jawab mereka.

"Masalah lamanya waktu berlabuh itu ranahnya operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran. Jangan dibebankan kepada kami sebagai pengguna jasa," tegasnya.

Menurut Abi Bakri Alhamid, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP harus turun tangan. Otoritas pelabuhan diminta bersikap tegas agar praktik kenaikan tarif sepihak tidak terus terjadi. Ia menilai kebijakan ini sangat merugikan pelaku usaha logistik di Merauke.

"KSOP harus bertindak, jangan diam saja. Ini sudah sangat merugikan kami," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua ALFI Merauke menyoroti dampak kenaikan tarif terhadap masyarakat. Harga barang dipastikan ikut melonjak jika kebijakan ini tidak segera dicabut. Kondisi ini semakin memberatkan warga Merauke yang saat ini sedang mengalami perlambatan ekonomi.

"Kalau biaya logistik naik, otomatis harga sembako ikut naik. Masyarakat yang akan kesulitan nantinya," jelasnya.

Abi Bakri Alhamid menambahkan bahwa persoalan ini akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi. Asosiasi pelayaran dan ALFI pusat dijadwalkan bertemu di Jakarta untuk mencari solusi. Namun, ia menegaskan bahwa aksi demo damai akan terus berlanjut.

"Kami akan terus berdemo sampai kenaikan tarif ini dibatalkan secara resmi," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....