Pemprov Papua Selatan Dorong Pemetaan Kelompok Rentan

  • 13 Feb 2026 08:31 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke -Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Selatan terus berupaya mendorong pemetaan kelompok rentan. Salah satu upaya yakni dengan menggelar workshop pemetaan kelompok rentan dan persiapan penyelenggaran forum tematik pra-musrenbang Papua Selatan tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Swissbel-hotel Merauke, Kamis 12 Februari 2026.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan sambutan menyebut Papua Selatan memiliki visi pembangunan yang menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir secara adil, inklusif dan kreatif bagi seluruh lapisan masyarakat demi membangun manusia Papua yang bermartabat.

Ia mengatakan, kelompok rentan termasuk perempuan, anak dan penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), orang asli Papua serta kelompok marjinal lainnya seringkali berada di posisi paling terdampak.

Namun, lanjut dia, paling sedikit terlibat dalam proses perencanaan pembangunan, kondisi ini harus diperbaiki bersama. Setiap warga memilik hak yang sama untuk didengar, dipertimbangkan dan dilibatkan dalam menentukan arah pembangunan daerah

"Workshop yang dilaksanakan hari ini merupakan upaya membangun sistem perencanaan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan terstruktur,"kata dia.

Guritno menegaskan, pemetaan kelompok rentang yang dilakukan melalui kegiatan ini bakal menjadi dasar untuk memastikan bahwa forum tematik pra musrenbang, tidak dilaksanakan secara seremonial melainkan menjadi ruang partisipasi yang bermakna. "Saya mengapresiasi Bapperida Papua Selatan dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Selatan yang telah mengambil peran strategis dalam mendorong agenda ini,"ujarnya.

Guritno mengaku menghargai kontribusi program SKALA sebagai mitra pembangunan yang secara konsisten mendukung penguatan tata kelola pembangunan daerah yang berpartisipatif dan berbasis data.

Kehadiran organisasi masyarakat sipil dalam kegiatan ini menjadi sangat penting lantaran selama ini berkoordinasi dengan kelompok rentan, memahami kondisi ril dan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah "Bapperida dan tim SKALA mari mendefinisikan kembali siapa-siapa yang masuk kelompok rentan, ada kelompok rentan yang mungkin tidak mendapatkan perhatian," katanya.

Dana Otonomi khusus (otsus) sudah cukup lama diberlakukan tetapi ada masyarakat yang masih hidup tidak layak sebagai manusia, artinya mereka juga tidak mendapatkan hak. "Kita lihat masih banyak masyarakat yang masih tinggal di pinggir jalan, menggunakan peti kemas dan terpal. Mereka harus mendapatkan perhatian,"ujarnya.

Agustinus menegaskan perencanaan itu harus menyentuh dan merubah kehidupan mereka dimasa mendatang. Pembangunan berarti membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada, dan mengubah sesuatu yang sudah ada tetapi belum sempurna dibuat menjadi lebih sempurna.

Membangun manusia merupakan bagian dari sistem perencanaan itu. Bapperida harus membuat perencanaan lebih komprehensif. "Saya berharap melalui workshop inj dapat menghasilkan pemetaan yang akurat, konferenship, dan konstektual terhadap kelompok rentang di Papua Selatan,"ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....