Sejarah Terbentuknya Provinsi Papua Selatan
- 11 Nov 2025 11:56 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke:Provinsi Papua Selatan memperingati Hari Jadi ke-3 pada hari ini, 11 November 2025. Provinsi Papua Selatan resmi dibentuk pada 11 November 2022 berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan.
Provinsi ini meliputi empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Merauke ditetapkan sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan, dan budaya bagi masyarakat di Papua Selatan.
Pemekaran ini dilakukan bersamaan dengan pembentukan dua provinsi lain, yaitu Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Tujuan pembentukan Provinsi Papua Selatan adalah untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah selatan Papua.
Melansir dari laman resminya, Provinsi Papua Selatan merupakan satu di antara provinsi di Indonesia yang telah dimekarkan dari Provinsi Papua. Ibu kotanya berada di Kabupaten Merauke. Papua Selatan dimekarkan dari Provinsi Papua bersama dua provinsi lainnya, yaitu Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Pemekaran tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 yang ditandatangani Presiden Indonesia kala itu, Joko Widodo, pada 25 Juli 2022. Papua Selatan telah diperjuangkan untuk menjadi provinsi tersendiri sejak tahun 2002 dan kembali diajukan menjadi provinsi pada tahun 2020. Dengan demikian, perjalanan pembentukan Papua Selatan demi mewujudkan Tanah Papua menjadi lebih maju tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sebaliknya, perjalanan membentuk provinsi yang juga dikenal dengan nama wilayah adat Anim Ha ini memakan waktu sekitar 20 tahun.
Pemekaran provinsi Papua Selatan awalnya direncanakan akan terdiri atas lima kabupaten, yakni Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Merauke. Atas dasar pertimbangan wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang kemudian memilih undur diri. Papua Selatan berada di dataran rendah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini dengan banyak rawa-rawa dan sungai besar seperti Digul dan Maro. Wilayah ini memiliki hasil bumi seperti sagu dan ikan yang menghidupi suku-suku di tepian sungai dan pantai seperti Marind, Asmat, Kombay, Koroway, Muyu maupun suku-suku lainya. Suku-suku di Papua Selatan termasuk dalam wilayah adat Anim Ha. Mereka umumnya menggunakan perahu dayung dan membuat ukiran-ukiran kayu khususnya Asmat. Papua Selatan terdapat Taman Nasional Wasur yang memiliki kekayaan hayati yang tinggi seperti walabi, musamus atau rumah semut raksasa, dan cenderawasih.(Silvana Febiari)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....