Puncak Karhutla Tidak Bisa Diprediksi

  • 17 Sep 2026 09:46 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Stasiun Klimatologi Papua Selatan menyampaikan bahwa waktu puncak kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum dapat diprediksi secara pasti. Hal tersebut disampaikan Asih Arum Bestari, S.Tr., selaku Kasubag Tata Usaha Stasiun Klimatologi Papua Selatan, dalam acara Talk Show RRI Merauke, Rabu 16 September 2026 yang bertempat di Gedung DPR Kabupaten Merauke.

Dalam dialog tersebut, Asih menjelaskan bahwa prediksi musim hujan dan musim panas dapat dilakukan berdasarkan analisis kondisi iklim. Namun, untuk menentukan secara spesifik kapan puncak karhutla terjadi, diperlukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan iklim yang berkembang.

Menurutnya, langkah yang dapat dilakukan adalah memantau kondisi iklim secara berkelanjutan. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat indikasi yang mendukung terjadinya kekeringan ekstrem.

“Yang bisa kita lakukan adalah memantau. Ketika kondisi iklim terlihat sepertinya ini mendukung adanya potensi kekeringan ekstrem, di situ baru kita bisa memberikan informasi,” ujar Asih.

Asih menambahkan, informasi mengenai potensi kekeringan perlu disampaikan secara terus-menerus kepada pihak-pihak terkait. Dengan demikian, informasi iklim yang tersedia dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil langkah antisipasi karhutla.

Pemantauan kondisi iklim dan penyampaian informasi secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu pihak terkait menyusun langkah pencegahan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....