HNSI Minta Tambahan Pangkalan BBM

  • 24 Jul 2026 08:01 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke : Ketua HNSI papua selatan berharap pemerintah menambah pangkalan penyaluran BBM bersubsidi di provinsi papua selatan, khususnya di kabupaten merauke, guna memperlancar distribusi bagi nelayan.

Taufik Latarisa Ketua HNSI papua selatan mengatakan keberadaan pangkalan yang saat ini beroperasi belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan distribusi BBM subsidi bagi ratusan kapal nelayan yang beraktivitas di wilayah tersebut. Untuk itu penambahan pangkalan BBM dinilai perlu agar pendistribusian subsidi kepada nelayan dapat berjalan lebih lancar.

Taufik juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait pemberian BBM bersubsidi bagi kapal perikanan berukuran 30 GT hingga 200 GT. Menurutnya kebijakan tersebut memberikan harapan bagi pelaku usaha perikanan, namun hingga kini nelayan masih menunggu kejelasan mekanisme pelaksanaannya.

"Kebijakan pemerintah untuk kapal 30 GT sampai 200 GT sangat membantu. Namun kami masih menunggu regulasi yang jelas mengenai mekanisme pendistribusiannya, apakah melalui SPBN atau langsung dari Pertamina." Ujar taufik melalui telepon seluler. Jumat 24 Juli 2026.

Ia mengatakan kepastian regulasi diperlukan agar proses penyaluran BBM kepada nelayan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan dan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan BBM, Taufik meminta pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Merauke memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan di daerah.

Menurutnya, potensi sumber daya ikan di Papua Selatan perlu dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

HNSI berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah bersama-sama fokus pada pemanfaatan potensi perikanan di Papua Selatan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....