Dari Melihat Menjadi Mampu: Potensi SDM Papua

  • 01 Jun 2026 11:11 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke : Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Merauke menegaskan bahwa pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan harus memberikan manfaat nyata bagi Orang Asli Papua (OAP). Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam menghadapi percepatan pembangunan yang terjadi di daerah.

Dr. Essau Hombore, S.STP., M.Si Ketua Barisan Merah Putih ( BMP ) menjelaskan bahwa landasan hukum yang mengatur pembangunan daerah telah tersedia melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua. Kedua regulasi tersebut dinilai memiliki irisan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan.

Dr Essau mengatakan dalam berbagai diskusi yang dilakukan BMP Merauke, ditemukan bahwa pendekatan budaya dan olahraga dinilai lebih efektif untuk mendorong partisipasi masyarakat lokal. Pendekatan tersebut dianggap mampu membangun kepercayaan diri masyarakat dalam menghadapi perubahan yang berlangsung akibat hadirnya program-program pembangunan.

Dr. Essau menilai perlu adanya kajian yang lebih mendalam untuk menentukan metode pemberdayaan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Papua Selatan. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya metode belajar melalui praktik langsung. Berdasarkan pengalaman di lapangan, masyarakat lokal mampu menguasai keterampilan tertentu, termasuk mengoperasikan alat berat, ketika diberikan kesempatan untuk melihat, meniru, dan mencoba secara langsung.

"Akselerasi perubahan pasti terjadi, sehingga masyarakat lokal harus dilibatkan. Kita perlu mencari pendekatan yang tepat agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang berlangsung," ujar Dr.Essau saat dialog di RRI Merauke.

Dr.Essau mengemukakan pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketika masyarakat diberi kesempatan untuk melihat, meniru, dan mencoba, mereka mampu menguasai keterampilan baru, termasuk mengoperasikan alat berat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Orang Asli Papua di Papua Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....