PMI Merauke Hadapi Keterbatasan Stok Darah
- 08 Mei 2026 14:27 WIB
- Merauke
Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. Dokter Penanggung Jawab Mobile Unit PMI Merauke, dr. Sinta Maharani mengatakan penggunaan darah harus sesuai dengan golongan darah pasien untuk menghindari risiko medis.
dr. Sinta mengatakan darah dengan golongan berbeda tidak dapat diberikan sembarangan kepada pasien. Ketidaksesuaian golongan darah dapat menyebabkan berbagai reaksi berbahaya bagi penerima darah.
“Golongan darah O harus diberikan kepada golongan darah O, begitu juga dengan golongan darah lainnya,” ujar dr. Sinta. Saat menjadi narasumber di talk show di PMI Merauke. jumat 08 mei 2026.
dr.Sinta menjelaskan, berdasarkan data PMI Merauke, pendonor darah golongan O masih menjadi yang paling banyak ditemukan. Sementara itu, golongan darah AB menjadi salah satu golongan darah yang paling sulit dicari karena jumlah pendonornya relatif sedikit.
Selain tantangan ketersediaan pendonor, PMI merauke juga menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan darah. Saat ini kapasitas penyimpanan darah di PMI Merauke hanya mampu menampung sekitar 500 hingga 700 kantong darah.
dr. Sinta menuturkan, trombosit harus segera diproses dan digunakan ketika ada permintaan dari rumah sakit. Berbeda dengan darah merah atau packed red cell (PRC) yang masih dapat disimpan hingga satu bulan.
Ia juga mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir PMI Merauke mengalami peningkatan permintaan darah yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat PMI Merauke harus meminta bantuan pasokan darah dari PMI Makassar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan rumah sakit di Kabupaten Merauke.
PMI Merauke berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya donor darah secara rutin. Dengan meningkatnya jumlah pendonor sukarela, kebutuhan darah bagi pasien di Merauke diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....