Dampak Trawl Dikhawatirkan Lumpuhkan Nelayan
- 12 Apr 2026 14:00 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke : Pelaku usaha perikanan di Kabupaten Merauke kembali menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana operasional kapal asing dan kapal trawl di wilayah perairan Papua Selatan. Mereka menilai kondisi sektor perikanan saat ini sudah dalam מצב sulit bahkan sebelum kapal-kapal tersebut beroperasi secara masif.
Taufik Latarissa Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) papua selatan s mengatakan sejumlah nelayan mengaku mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Berdasarkan kondisi di lapangan, sebagian besar kapal yang beroperasi di wilayah 718 disebut mengalami kerugian, sehingga menambah beban ekonomi bagi pelaku usaha perikanan lokal.
Taufik menegaskan Jika kapal trawl diizinkan beroperasi dalam jumlah besar, dampak yang ditimbulkan diperkirakan akan semakin luas. Selain mengurangi hasil tangkapan nelayan lokal, keberadaan kapal dengan jangkauan operasi yang lebih besar berpotensi menyingkirkan kapal-kapal kecil dari wilayah tangkap.
"Kapal trawl memiliki jangkauan tangkap yang luas dan berpotensi menyeret alat tangkap nelayan serta merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang." Ujar Taufik melalui telepon seluler .minggu,12 april 2026
Tak hanya itu, penggunaan alat tangkap trawl juga dikhawatirkan merusak ekosistem laut. Kerusakan terumbu karang serta terganggunya habitat ikan menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah tersebut.
Taufik menambahkan Pelaku usaha berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut. Dialog terbuka dinilai menjadi langkah penting guna mencegah dampak jangka panjang terhadap nelayan dan lingkungan laut di Merauke.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....