Akses Layanan Disabilitas Masih Terbatas

  • 02 Apr 2026 08:18 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Ketua Lembaga Bantuan Psikologi (LBP) Kharisma, Virgin Lopulalan, S.Psi, menyoroti pentingnya akses layanan bagi anak berkebutuhan khusus dalam program Obrolan Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Merauke, Sabtu 28 Maret 2026. Ia menyebut lembaganya telah berupaya membuka akses layanan sejak tahun 2018.

Menurut Virgin, salah satu tantangan utama adalah minimnya informasi bagi orang tua terkait deteksi dini keterlambatan perkembangan anak. Banyak kasus baru diketahui saat anak memasuki usia sekolah.

Ia menjelaskan, keterlambatan bicara menjadi gejala yang paling sering terlihat pada anak berkebutuhan khusus. Kondisi ini kerap baru disadari orang tua ketika anak tidak berkembang sesuai usia.

Selain itu, Virgin menekankan pentingnya peran Posyandu dalam mendeteksi dini kondisi anak. Ia berharap kader kesehatan lebih jeli dalam melihat tanda-tanda awal dan segera memberikan rujukan kepada tenaga profesional.

Di sisi lain, keterbatasan tenaga medis di Merauke juga menjadi kendala serius. Hingga kini, belum tersedia dokter spesialis tumbuh kembang maupun dokter saraf anak yang fokus pada disabilitas.

LBP Kharisma sendiri berupaya membantu dengan melakukan asesmen awal terhadap anak. Setelah itu, anak akan mendapatkan terapi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Namun, tantangan tidak berhenti pada layanan terapi. Virgin menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Merauke.

Saat ini, pendidikan khusus masih terpusat di Sekolah Luar Biasa (SLB), sementara sekolah inklusi belum tersedia. Hal ini menyulitkan orang tua yang ingin memberikan pendidikan yang lebih luas bagi anak mereka.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menghadirkan sekolah inklusi. Upaya tersebut dinilai penting agar anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....