Memajukan Masa Depan AI yang Inklusif bagi Global South

  • 17 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional untuk membahas masa depan kecerdasan buatan global.

Forum tersebut menghadirkan tujuh kelompok kerja khusus atau Chakras yang diketuai bersama India dan dua negara mitra. Kelompok ini merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi negara maju dan berkembang terutama kawasan Global South.

Sidang pleno pemimpin dunia, forum CEO, tantangan inovasi pemuda dan simposium riset berdampak tinggi akan diselenggarakan. Rangkaian kegiatan ini bertujuan membangun visi AI inklusif, transparan dan dikelola melalui tata kelola kolaboratif global.

Hasil pertemuan diharapkan menghasilkan dampak nyata lintas sektor mulai prediksi pandemi hingga peningkatan efisiensi pertanian dan ketahanan pangan. Pemantauan iklim serta peningkatan keterampilan digital bagi komunitas kurang terlayani di Global South menjadi prioritas penting.

Indonesia memainkan peran aktif membentuk hasil KTT guna mendorong solusi AI berpusat pada manusia dan berlandaskan etika. Partisipasi ini penting untuk memastikan kepentingan negara berkembang terwakili dalam tata kelola kecerdasan buatan global.

Dalam beberapa pekan terakhir Indonesia bersama Belanda berkontribusi signifikan pada kelompok kerja AI untuk pertumbuhan ekonomi inklusif. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi India yang menempatkan teknologi sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan bagi Global South.

Strategi AI Nasional Indonesia menekankan pengembangan talenta digital dan penerapan AI pada sektor prioritas pembangunan nasional. Sektor tersebut mencakup kesehatan, pertanian dan layanan publik guna menciptakan nilai sosial nyata bagi masyarakat luas.

Indonesia juga mengembangkan Sahabat, ekosistem model bahasa besar berbasis Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah. Inisiatif ini mendukung inklusi digital dan berpotensi menjadi model pengembangan AI multibahasa bagi negara Global South.

Indonesia terus berinvestasi pada kapasitas Graphics Processing Unit (GPU) dan pusat data guna memperkuat infrastruktur komputasi kecerdasan buatan nasional. Menurut Stanford University melalui AI Index, Indonesia termasuk sepuluh negara dengan pertumbuhan talenta AI tercepat.

India memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengoptimalkan pertanian, mentransformasi pendidikan dan memperkuat ketahanan iklim nasional. Pendekatan ini menargetkan dampak sosial ekonomi nyata serta pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat Global South.

Melalui IndiaAI Mission yang diluncurkan Maret 2024, India menargetkan kepemimpinan global dalam pengembangan kecerdasan buatan. Dengan visi bersama dan kerja sama Selatan–Selatan, India dan Indonesia berpotensi memimpin pengembangan AI inklusif dan berkeadilan global.

(Penulis: Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty)

Rekomendasi Berita