India Tegaskan Kepemimpinan AI Global
- 11 Feb 2026 09:58 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - India bersiap menampilkan inovasi kecerdasan buatan pada India AI Impact Summit 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi. Forum global ini dijadwalkan berlangsung 16–20 Februari 2026 sebagai panggung strategis kolaborasi dan implementasi AI dunia.
KTT ini dirancang sebagai pertemuan Artificial Intelligence (AI) terbesar yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin teknologi, peneliti, startup dan mitra internasional. Agenda utamanya mendorong demokratisasi AI global serta menjembatani kesenjangan akses teknologi antarnegara berkembang dan maju.
Lebih dari 500 sesi dan 300 peserta pameran dari 30 negara akan berpartisipasi aktif sepanjang penyelenggaraan. Fokus pembahasan diarahkan pada solusi AI terapan di sektor kesehatan, pertanian, pendidikan, tata kelola, iklim dan keamanan siber.
Pemerintah India menegaskan bahwa AI harus menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas secara berkelanjutan. Investasi lebih dari ₹10.300 crore dialokasikan melalui IndiaAI Mission untuk membangun ekosistem AI inklusif dan terjangkau.
Sebanyak 38.000 GPU berkinerja tinggi telah dikerahkan guna memperluas akses komputasi canggih nasional secara merata. Infrastruktur ini memungkinkan startup dan peneliti mengakses sumber daya komputasi dengan tarif terjangkau sekitar ₹65 per jam.
IndiaAI Mission diluncurkan pada Maret 2024 dengan prinsip Making AI in India and Making AI Work for India. Program ini dikelola Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi melalui tujuh pilar strategis yang terintegrasi dan terukur.
Ketujuh pilar tersebut mencakup infrastruktur terjangkau, aplikasi publik, AIKosh, model fondasi domestik dan penguatan talenta masa depan. Pendekatan komprehensif ini memastikan pertumbuhan AI tetap etis, aman dan selaras dengan tujuan pembangunan nasional jangka panjang.
Platform AIKosh kini memuat lebih dari 3.000 dataset serta 243 model kecerdasan buatan siap pakai. Ekosistem data ini mendukung pengembangan solusi berbasis konteks domestik yang mencerminkan keragaman bahasa dan budaya India.
Secara industri, sektor teknologi India diproyeksikan melampaui pendapatan tahunan 280 miliar dolar Amerika Serikat. Lebih dari enam juta profesional kini bekerja dalam ekosistem teknologi dan AI yang terus berkembang pesat.
Dalam penguatan riset dan talenta, pemerintah membentuk Centre of Excellence di sektor kesehatan, pertanian dan pendidikan. Program akselerasi global juga membuka akses startup India terhadap mentor internasional, pasar global dan peluang investasi strategis.
Inisiatif inklusi bahasa diwujudkan melalui platform Bhashini yang mendukung layanan digital dalam 20 bahasa India. BharatGen AI turut dikembangkan sebagai model multimodal nasional yang mencerminkan konteks sosial, budaya dan kebutuhan publik.
Melalui rangkaian kebijakan ambisius dan forum global tersebut, India menegaskan kepemimpinan AI yang etis dan inklusif. Momentum ini sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis bagi pemangku kepentingan Indonesia dalam ekosistem AI internasional.
(Penulis: Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel)