India Teken TEPA, Investasi Asing Meningkat Tajam
- 07 Okt 2025 14:52 WIB
- Medan
KBRN, Medan: India menandatangani Perjanjian Kemitraan Perdagangan dan Ekonomi (Trade and Economic Partnership Agreement/TEPA) dengan empat negara Eropa, yaitu Norwegia, Islandia, Swiss dan Liechtenstein. Perjanjian bersejarah ini mulai berlaku pada 1 Oktober 2025 setelah ditandatangani di New Delhi pada 10 Maret 2024.
TEPA menjadi perjanjian pertama India yang mencakup komitmen eksplisit terkait investasi jangka panjang dan penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. Melalui kesepakatan ini, India menargetkan investasi senilai 100 miliar dolar AS serta terciptanya satu juta lapangan kerja langsung dalam 15 tahun mendatang.
Negara-negara European Free Trade Association (EFTA) menawarkan akses pasar 100 persen untuk produk non-pertanian dan konsesi tarif bagi produk pertanian olahan India. Dalam perumusan kebijakan perdagangan, India tetap melindungi sektor-sektor sensitif seperti farmasi, alat kesehatan dan makanan olahan domestik.
TEPA melampaui ruang lingkup perjanjian dagang konvensional karena berfokus pada peningkatan investasi asing langsung dan kolaborasi industri strategis. Melalui investasi tersebut, India berharap dapat memperkuat sektor manufaktur, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekspor nasional.
EFTA merupakan blok ekonomi penting di Eropa yang beranggotakan negara-negara dengan potensi perdagangan dan inovasi yang tinggi. Di antara negara-negara EFTA, Swiss menjadi mitra dagang terbesar India, disusul Norwegia yang juga memiliki hubungan ekonomi erat.
Perjanjian ini memberi keuntungan besar bagi eksportir India di sektor mesin, kimia, tekstil, dan makanan olahan yang bernilai tinggi. TEPA juga membuka peluang luas bagi sektor jasa seperti teknologi informasi, pendidikan, layanan bisnis, dan industri kreatif digital.
Dalam bidang kekayaan intelektual, TEPA menjamin komitmen yang sejalan dengan standar internasional tanpa mengorbankan kepentingan India dalam obat generik. Selain itu, perjanjian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keadilan sosial.
Kesepakatan ini juga memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan, keterampilan, dan teknologi untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang India. Melalui TEPA, India memperoleh akses terhadap teknologi mutakhir di bidang rekayasa, energi terbarukan, dan penelitian ilmiah.
Sektor pertanian dan produk turunannya menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari implementasi perjanjian TEPA. Ekspor teh, kopi, beras, kacang-kacangan, buah, dan produk makanan olahan India akan memperoleh akses pasar lebih luas ke Eropa.
Selain pertanian, sektor manufaktur seperti tekstil, kulit, perhiasan, elektronik, serta peralatan teknik industri juga mendapatkan keunggulan kompetitif baru. Dengan adanya penurunan tarif dan harmonisasi regulasi, daya saing ekspor India ke pasar EFTA akan meningkat signifikan.
Sebagai langkah tindak lanjut, India membentuk EFTA Desk sebagai pusat layanan satu pintu untuk memfasilitasi investasi dan kolaborasi bisnis. Delegasi bisnis besar dari India dijadwalkan mengunjungi Sumatera Utara pada 13–14 Oktober 2025 untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia.
(Penulis: Konsul Jenderal India di Medan untuk Pulau Sumatra, Ravi Shanker Goel)