Sambut Harapan Baru Lewat Cek Kesehatan Gratis
- 19 Nov 2025 23:09 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Banyak masyarakat yang lebih memilih berobat ke dokter atau rumah sakit setelah mengalami sakit parah, baik itu penyakit menular maupun yang tidak menular. Padahal, akan lebih baik kalau melakukan pemeriksaan kesehatan atau cek Kesehatan sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi pada kondisi terburuk. Tak sedikit kadang yang menyalahkan pemerintah yang terlambat menangani sebuah kasus, atau mahalnya biaya berobat.
Untuk memastikan bahwa pemerinah hadir memenuhi hak Kesehatan Masyarakat, maka dibuatlah program pelayanan Kesehatan gratis atau cek kesehatan gratis (CKG) dalam mendukung pencapaian Asta Cita. Salah satu tujuannya adalah untuk mengubah paradigma Kesehatan dari pengobatan ke pencegahan. Dengan dilakukannya cek Kesehatan gratis diharapkan masyakat bisa lebih peduli dengan Kesehatan pribadi untuk mendeteksi dan pencegahan awal. Dengan pendeteksian awal tentunya akan mempermudah penanganan dan akses pelayanan.
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, H. Muhammad Faisal Hasrimy, A.P., M. A.P, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hery Valona Bonatua Ambarita, S. Kep., M. Kes, target pemerintah di tahun 2025 ini dari jumlah penduduk yang menjadi sasaran pemeriksaan gratis hingga akhir tahun 2025 mencapai 36 persen. Sementara data di Sumut disebutkan baru mencapai 18,9 persen.
“pelaksanaan cek Kesehatan gratis sudah dilaksanakan di 33 kabupaten kota, dan dilaksanakan di 619 puskesmas di Propinsi Sumatera Utara. Dari capaian kita ini memang harus kita kejar ini. Kita harus berpacu untuk melakukan percepatan supaya mencapai target 36 %. Pemerintah propinsi Sumatera Utara juga telah membuat edaran dari Gubsu kepada kepala daerah hingga lingkup pemerintahan terbawah . ”ujar Hery kepada rri.co.id, Selasa (18/11/2025) sore.
Cek Kesehatan gratis yang menjadi program kementrian Kesehatan tidak hanya dilakukan untuk pendeteksian dini maupun untuk kemudahan pelayanan namun bagi mereka yang terdeksi penyakit tertentu juga akan mendapat layanan lanjutan.
“melalui cek Kesehatan gratis ini maka berdasarkan deteksi yang kita dapatkan pada saat cek Kesehatan gratis, jika dia memang memerlukan tindak lanjut untuk mendapat pelayanan di puskesmas tentunya kita akan melakukan rujukan.”ucap Hery Vanola.
Hery menambahkan bahwa cost Kesehatan akan jadi berkurang jika saja Masyarakat semakin sadar dengan Melakukan cek Kesehatan.
Program cek Kesehatan gratis ini ternyata belum mendapat sambutan yang baik dari Masyarakat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah khususnya Sumatera Utara. Seperti yang diungkapkan oleh Kabid Kesmas, Hery valona, bahwasanya pihaknya terus melakukan Upaya untuk cek Kesehatan gratis salah satunya adalah dengan siste jemput bola.
“salah satu terobosannya, tidak lagi mereka menunggu di layanan Kesehatan tetapi kita sudah, artinya kita sudah mobile, kita langsung engunjungi masyarakat khususnya pada waktu pertemuan-pertemuan umum atau di tempat-tempat umum. Bahkan ada berarapa kabupaten kota pada acara-acara keagamaan mereka juga memanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan.”ucap Hery.
Salah seorang warga kota Medan, muhaifin Muhid memberikan pandangannya tentang program pemerintah, cek kesejhatan gratis. Menurutnya program tersebut sangat bagus karena dengan itu kita bisa tau apa yang terjadi dengan diri kita.
“ya saya rasa kalau itu berjalansngat bagus sekali ya, untuk membantu masyarakat mengetahui keadaan yang sebenarnya ya. Dan saya rasa, kalau kita tahu lebih dini dengan penyakit yang kita derita lebih mudah mengobatinya dan justru bisa menekan biaya pengobaan.”kata Muhid.
Pada akhirnya, program Cek Kesehatan Gratis menjadi fondasi baru layanan kesehatan publik. Dengan deteksi dini dan akses yang lebih merata, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang terlambat mengetahui kondisi kesehatannya. Kini tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan kesempatan ini—karena kesehatan adalah investasi yang tak ternilai.