Perempuan Pesisir Berdaya, Penjaga Mangrove, Penumbuh Ekonomi

  • 30 Okt 2025 12:19 WIB
  •  Medan

KBRN, Langkat: Aroma gurih menyeruak dari dapur sederhana milik Kelompok Tani Hutan (KTH) Penghijauan Maju Bersama, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Selasa (28/10/2025) sore. Salma dan Radiah Hanum, dua istri nelayan setempat, tampak sibuk mengemas keripik ikan ke dalam bungkus berlabel “Baronang Crispy”.

Bagi mereka, dapur ini bukan sekadar tempat memasak, tapi ruang perubahan hidup. Dari tempat inilah para istri nelayan belajar berwirausaha, mengubah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi. Dari usaha ini, mereka bisa ikut membantu memperbaiki ekonomi keluarga, hingga melunasi utang.

“Dulu utangnya banyak, pinjam sana-sini. Sekarang alhamdulillah sudah lunas,” ujar Salma tersenyum lebar.

Usaha keripik ikan baronang ini dirintis sejak tahun 2022. Ide itu muncul saat hasil tangkapan nelayan melimpah.

Safriani, istri Kasto Wahyudi, Ketua KTH Penghijauan Maju Bersama, mengusulkan agar sebagian hasil tangkapan diolah menjadi camilan renyah. Siapa sangka, ide sederhana itu kini menjadi sumber penghasilan baru bagi belasan keluarga nelayan.

“Kami bingung karena ikannya terlalu banyak. Lalu terpikir kenapa nggak dibuat camilan. Alhamdulillah ternyata banyak yang suka,” kata Safriani.

Dalam sepekan, mereka bisa memproduksi lebih dari 500 bungkus keripik dengan harga Rp15.000 per kemasan. Permintaan yang terus meningkat membuat aktivitas di saung KTH semakin ramai.

Wisawatan asing membeli Baronang Crispy sebagai oleh-oleh khas pesisir (Foto: Dokumentasi KTH Penghijauan Maju Bersama)

Melimpahnya tangkapan nelayan bermula dari kondisi hutan mangrove di Desa Pasar Rawa yang mulai membaik. Hutan yang kian hijau, menjadi sumber rezeki bagi warga desa.

Masih terekam jelas dalam ingatan Kamaruddin, rusaknya kawasan hutan akibat perambahan. Ikan berkurang, dan ekonomi masyarakat terpuruk. Kini, semua berubah sejak warga bersama-sama menanam dan menjaga mangrove.

"Sekarang hutan mangrove ini menjadi sumber rezeki bagi warga desa," ucap Sekretaris KTH Penghijauan Maju Bersama ini.

Tak hanya sektor olahan ikan yang tumbuh, keberhasilan kelompok ini juga membawa dampak ekonomi ke bidang lain. Hutan mangrove yang kian hijau mengundang wisatawan datang untuk memancing atau sekadar menikmati suasana alam.

Kondisi ini membawa berkah bagi warga sekitar. Mereka menjual makanan, minuman, hingga oleh-oleh khas pesisir.

Upaya pelestarian hutan oleh warga desa, mendapat dukungan dari Pertamina EP Pangkalan Susu Field. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina aktif menanam ribuan bibit mangrove di kawasan Pasar Rawa.

Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program ini bukan hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tapi juga pemberdayaan ekonomi warga.

“Kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi mangrove, sebagai upaya perlindungan dari abrasi dan bencana alam. Serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan ekowisata yang berfokus pada konservasi mangrove,” ujarnya.

Selain pelestarian hutan, Pertamina juga membantu usaha Baronang Crispy para istri nelayan. Mereka membangun dapur saung tempat produksi, memberi pelatihan untuk peningkatan kemasan produk, hingga pemasaran. Baronang Crispy kini semakin dikenal, dan menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Langkat.

Desa Pasar Rawa menjadi contoh bagaimana hutan yang lestari bisa menjadi sumber rezeki. Dukungan Pertamina membawa energi baru bagi warga untuk berdaya, menjaga hutan, dan menumbuhkan ekonomi.


Rekomendasi Berita