IHSG Ditutup Melemah 0,37 Persen di Tengah Tekanan Harga Minyak Dunia
- 12 Mar 2026 20:58 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai pergerakan pasar saham domestik masih dibayangi berbagai sentimen global. Meskipun mayoritas bursa saham Asia sempat menguat pada perdagangan hari ini, Kamis 12 Maret 2026.
“IHSG sempat bergerak menguat mengikuti mayoritas bursa saham Asia, dan selama sesi perdagangan berada pada rentang 7.323 hingga 7.436. Namun pada penutupan perdagangan justru kembali berakhir di zona merah, dengan pelemahan sekitar 0,37 persen ke level 7.362,117,” ujar Gunawan.
Menurutnya, pelemahan indeks dipicu oleh tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang membebani kinerja pasar. Beberapa emiten yang mengalami koreksi di antaranya BUMI, BBRI, ENRG, BBNI, hingga ANTM.
Gunawan menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja emiten di pasar saham.
Selain itu, harga minyak yang bertahan di atas asumsi Indonesia Crude Price sebesar 70 dolar AS per barel dalam asumsi APBN 2026, juga berpotensi memberikan tekanan terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
“Kondisi ini dapat membuat pemerintah harus lebih agresif melakukan efisiensi anggaran, apabila harga minyak dunia terus bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lama,” katanya.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak juga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan hari ini rupiah ditutup melemah di kisaran Rp16.885 per dolar AS.
Gunawan menambahkan, penguatan dolar AS juga terlihat dari kenaikan imbal hasil US Treasury 10 Year Yield, yang sempat menyentuh level 4,24 persen serta penguatan US Dollar Index ke level 99,34.
Sementara itu, harga emas dunia justru mengalami penguatan. Emas diperdagangkan di kisaran 5.183 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,82 juta per gram.
“Perang Iran yang diperkirakan berlangsung cukup panjang membuat emas masih memiliki peluang untuk menguat. Meskipun tetap dibayangi kemungkinan kebijakan suku bunga Federal Reserve yang bisa saja kembali bernada hawkish,” ucapnya.