Harga Minyak Turun, IHSG, Rupiah dan Emas Menguat Hari Ini
- 10 Mar 2026 11:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat melonjak tinggi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah jenis WTI berada di kisaran 88 dolar AS per barel, sementara Brent sekitar 92 dolar AS per barel.
"Sebelumnya harga minyak sempat menyentuh 113 dolar AS per barel,” ujar Gunawan, Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, penurunan harga minyak tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kemungkinan perang dengan Iran akan segera berakhir. Pernyataan itu memicu perubahan sentimen pasar, sehingga harga minyak mengalami koreksi.
Di sisi lain, harga emas dunia justru mengalami penguatan. Pada perdagangan hari ini, harga emas ditransaksikan di level 5.133 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,8 juta per gram.
“Penguatan emas terjadi sebagai respons pasar terhadap perkembangan tersebut. Meskipun secara umum pergerakan emas belakangan ini tidak terlalu signifikan setelah sebelumnya muncul kekhawatiran stagflasi akibat kenaikan harga minyak,” katanya.
Menurut Gunawan, meredanya spekulasi terkait penundaan pemangkasan suku bunga juga mulai memberi sentimen positif bagi pasar. Namun pelaku pasar masih tetap mewaspadai kemungkinan memburuknya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat maupun Israel.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini terpantau menguat ke level Rp16.860 per dolar AS. Penguatan tersebut didukung oleh sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan.
“USD Index tercatat melemah ke level 98,73 dan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga turun ke kisaran 4,113 persen. Kondisi ini memberikan ruang bagi penguatan rupiah pada perdagangan hari ini,” katanya.
Ia menambahkan, kinerja pasar saham domestik juga bergerak positif. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan dibuka menguat di level 7.443 menjelang rilis data penjualan ritel nasional.
Meski terdapat sejumlah agenda ekonomi penting, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, yang dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.