Bea Cukai Belawan Siaga Selama Libur Lebaran

  • 13 Mar 2026 13:37 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Belawan memastikan layanan kepabeanan dan cukai tetap berjalan normal selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, yang berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026.

Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, mengatakan pihaknya tetap siaga penuh selama masa libur panjang guna menjaga kelancaran aktivitas ekspor dan impor di wilayah kerja Pelabuhan Belawan.

Menurut Agus, seluruh pos pemeriksaan tetap beroperasi dan tim pengawasan dikerahkan untuk mengantisipasi potensi peredaran barang ilegal yang kerap meningkat pada momen hari besar keagamaan.

“Meski dalam masa libur, kami tetap siaga penuh. Seluruh pos gate tetap aktif dan tim pengawasan kami bersiap mengantisipasi potensi arus barang ilegal yang kerap memanfaatkan momen hari besar,” ujarnya di Belawan, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, kesiapan tersebut disusun berdasarkan pemetaan aktivitas yang berpotensi berlangsung selama libur dengan memanfaatkan data historis serta analisis mitigasi risiko.

Dari sisi pelayanan, Bea Cukai Belawan memastikan ketersediaan layanan ekspor, impor, manifes, perbendaharaan, hingga fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) seperti Kawasan Berikat, Gudang Berikat, dan Pusat Logistik Berikat (PLB). Selain itu, layanan informasi tetap tersedia melalui frontdesk maupun kanal daring.

Sementara dari sisi pengawasan, sejumlah skema pengamanan juga diaktifkan, di antaranya pengawasan ekspor-impor, pemantauan sarana pengangkut dari kawasan perdagangan bebas (PPFTZ), boatzoaking kapal, pengawasan trucklossing dan pipelossing, serta pengawasan bongkar kontainer.

Kesiapan juga dilakukan pada aspek sumber daya manusia dengan penyusunan jadwal piket berbasis risiko. Unit yang memiliki beban operasional tinggi, seperti pengawasan dan pelayanan, menjadi prioritas utama dalam penugasan selama masa libur.

“Jadwal piket kami susun berbasis risiko agar pelayanan dan pengawasan tetap optimal,” kata Agus.

Kesiapan tersebut turut mendapat perhatian dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rudy Rahmaddi, yang meninjau langsung kesiapan jajaran di Belawan.

Rudy mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan, sekaligus mengingatkan seluruh jajaran untuk mewaspadai potensi risiko di luar perkiraan, seperti tindak kejahatan, perubahan cuaca ekstrem, hingga potensi kebakaran di lingkungan kantor.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sistem teknologi informasi selama periode libur panjang. Pemantauan CCTV di wilayah pengawasan dan pelayanan, kestabilan sistem aplikasi, serta pengawasan ruang server harus dilakukan secara berkala agar seluruh layanan digital tetap berjalan normal.

“Kesiapan sistem harus menjadi prioritas. Pemantauan CCTV dan kestabilan sistem harus dipastikan agar layanan tetap berjalan sepanjang libur Nyepi dan Idulfitri,” ujar Rudy.

Agus menegaskan, kesiapan tersebut merupakan komitmen Bea Cukai Belawan dalam menjaga kelancaran perdagangan internasional sekaligus melindungi negara dari masuknya barang ilegal.

“Libur bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan dan kewaspadaan. Kami berkomitmen aktivitas ekspor-impor tetap berjalan lancar dan perlindungan negara dari barang ilegal tetap terjaga,” katanya.

Rekomendasi Berita