Pasokan Pangan Sumut Cukup Hingga H+3

  • 13 Mar 2026 07:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan ketersediaan pasokan bahan pangan di Sumut mencukupi selama Lebara. Bahkan stok pangan diperkirakan mencukupi hingga H+3 Idulfitri.

“Dari hasil observasi di lapangan, sisi persediaan atau supply untuk mayoritas kebutuhan pangan di Sumut diperkirakan mencukupi hingga H+3 Idulfitri. Namun jangan salah diterjemahkan, pasokan tersedia hingga H+3 bukan berarti tidak ada pasokan setelahnya,” ujar Gunawan, Kamis 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, perhitungan tersebut mengacu pada stok yang telah dipersiapkan para pedagang untuk menghadapi libur panjang Idulfitri. Selama periode tersebut, aktivitas perdagangan cenderung melambat, karena adanya libur sekitar tiga hingga empat hari.

Gunawan menambahkan, para pedagang sejauh ini telah menyiapkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga H+3. Sementara pada H+4 Idulfitri, aktivitas produksi dan distribusi bahan pangan dari petani ke pedagang diperkirakan mulai kembali normal.

“Pada H+4 aktivitas produksi maupun distribusi bahan pangan dari petani ke pedagang mulai kembali normal,” katanya.

Ia memproyeksikan harga kebutuhan pangan pada periode H-7 hingga hari H Idul Fitri akan bergerak cukup fluktuatif. Meski demikian, mayoritas harga komoditas pangan masih berada dalam rentang harga keekonomian di tingkat konsumen.

Untuk komoditas tertentu, seperti daging ayam, harga diperkirakan masih bertahan relatif tinggi. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan tren penurunan di Sumatra Utara.

Sementara itu, harga cabai diproyeksikan berada dalam kisaran Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi diperkirakan stabil pada kisaran Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Menurut Gunawan, potensi kenaikan harga akibat lonjakan konsumsi menjelang Idulfitri diperkirakan dapat diredam melalui kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah daerah. Termasuk penyaluran bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng.

“Selama liburan Idul Fitri nanti, saya tidak melihat adanya gangguan pasokan serius yang bisa menyulut kenaikan harga jauh di atas harga keekonomiannya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Meskipun situasi geopolitik global seperti konflik antara Iran dengan Israel atau Amerika Serikat berpotensi memicu gejolak harga di pasar global.

“Selama perang di Timur Tengah tidak direspons dengan kenaikan harga BBM di dalam negeri atau mengganggu rantai distribusi komoditas dari luar, maka harga kebutuhan pangan masih mampu dikendalikan,” kata Gunawan.

Rekomendasi Berita