SPJM Pasang PEL dan Sensor di Jembatan Mahakam
- 05 Mar 2026 15:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan layanan operasional di wilayah perairan Sungai Mahakam. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemasangan dua perangkat penting, yakni Port Entry Light (PEL) dan alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.
Port Entry Light (PEL) mulai dipasang sejak September 2024. Perangkat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang berfungsi memandu kapal saat memasuki pelabuhan atau melintasi alur pelayaran, khususnya di area kolong jembatan. Lampu tersebut juga berperan menandai jalur aman dan memperingatkan potensi bahaya, terutama pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, menjelaskan bahwa penggunaan PEL telah menjadi standar keamanan di berbagai pelabuhan internasional dengan lalu lintas kapal yang padat atau alur pelayaran yang sempit.
“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Lights memang sudah banyak digunakan di pelabuhan internasional yang sibuk. Karakteristik pelayanan pemanduan kapal di kolong Jembatan Mahakam cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL untuk membantu nahkoda kapal dan perwira pandu mengetahui posisi mereka di jalur yang benar saat melintas,” ujarnya lewat keterangan rilis yang diterima rri.co.id pada Kamis, 5 Maret 2026.
Selain PEL, SPJM juga memasang alat sensor monitoring perairan di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu pada Januari 2026. Sensor ini berfungsi memberikan informasi mengenai kecepatan arus sungai serta jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan atau clearance jembatan.
Data dari sensor tersebut terhubung dengan monitor display yang terpasang di railing Jembatan Mahakam. Selain itu, di stasiun pandu dekat Jembatan Mahulu juga dipasang sensor ketinggian muatan kapal berupa laser range finder. Seluruh sensor dapat dipantau melalui dashboard monitoring berbasis web yang memberikan informasi aktual setiap satu menit.
Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kecepatan arus sungai, jarak konstruksi jembatan dengan permukaan air, hingga mendapatkan notifikasi peringatan jika terdapat kapal dengan muatan yang melebihi batas yang ditentukan oleh regulasi.
Edward menambahkan bahwa teknologi sensor tersebut akan sangat membantu perwira pandu dan nahkoda dalam melakukan proses olah gerak kapal secara lebih akurat, aman, dan efisien.
“Dengan adanya sensor dan sistem monitoring ini, situational awareness bagi nahkoda dan perwira pandu dapat meningkat. Hal ini penting untuk memastikan navigasi kapal di ruang terbatas seperti kolong Jembatan Mahakam dapat berjalan dengan selamat, tertib, dan lancar,” ujarnya.
SPJM menegaskan keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama perusahaan. Karena itu, berbagai inovasi dan peningkatan sistem keselamatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan maritim yang andal dan berstandar tinggi.