Deklarasi Satu Tahun Pemerintahan Vickner - Wahyu, Pemkab Dairi Bagikan Bibit Pohon
- 03 Mar 2026 22:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan- Sebanyak 101.000 pohon telah di tanam oleh Pemeruntah Kabupaten (Pemkab) Dairi, melalui program penanaman satu juta pohon, gerakan merawat bumi.
Hal itu disampaikan Bupati Dairi Vickner Sinaga saat deklarasi satu tahun Pemerintahan Vickner Sinaga - Wahyu Daniel Sagala yang ditandai dengan pembagian bibit pohon, di Lapangan Hotel Beristera, Sitinjo, Selasa 3 Maret 2026.
Menurut Vickner Pemkab Dairi akan tetap merespon dengan positif tanggapan masyarakat terkait program pembangunan. Dalam fase satu tahun kepemimpinanya.
Vickner Sinaga juga menegaskan bahwa arah pembangunan di Dairi adalah pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan berpihak kepada generasi masa depan. Budaya dan kultur baru akan perlahan diterapkan dalam pemerintahan ini.
Lebih lanjut Vickner juga menyampaikan dalam gerakan merawat bumi, Pemkab Dairi telah menanam sebanyak 64.750 bibit pohon yang di distribusikan dan di tanam di Dairi.
Selanjutnya, Pemkab Dairi telah menerima bantuan bibit sebanyak 36.250 bibit pohon dari para mitra diantaranya Dandim 0206 Dairi 1.050 pohon, Bank Sumut 1.111 pohon, PLN 20.000 pohon dan DPM 5.000 pohon.
"Terimakasih kepada mitra yang telah bekerja sama dengan Pemkab Dairi dalam menjalankan program merawat bumi. Di tengah efisiensi anggaran, mari kita jeli dan peka terhadap sekitar kita. Kepada masyarakat, jadilah mitra yang baik, kita akan bersama sama merawat bumi ini," ucapnya.
Vickner Sinaga juga menjelaskan sdapun mitra lainnya yang memberikan bantuan bibit pohon, yaitu Dinas Pendidikan dan Komunitas Pendopo 2.200 pohon, Dinas Kesehatan 1.000 pohon, PT. Danvi Medilab Perkasa 500 pohon, Dinas Lingkungan Hidup 500 pohon.
Bibit pohon kemiri dari Kecamatan Pegagan Hilir 400 pohon, Kecamatan Sidikalang 400 pohon, Kecamatan Sumbul 400 pohon. Dari Aliansi Masyarakat Peduli Dairi (AMPEDA) memberikan bantuan bibit kopi 6.000 batang, bibit nangka 140 batang, kemiri 2.000 batang.