Legislator Desak Optimalisasi Jalur Distribusi Cabai di Lombok Tengah

  • 24 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, Ferdian Elmansyah, mendorong pemerintah daerah segera membenahi pola distribusi cabai di Lombok Tengah agar harga di tingkat konsumen lebih terkendali dan tidak terus bergejolak. Dorongan tersebut disampaikan, setelah pihaknya mendengar pemaparan dari jajaran pemerintah daerah terkait kondisi produksi dan peredaran cabai.

Menurut Ferdian, pola distribusi cabai saat ini dinilai kurang efisien dan berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Selama ini, cabai hasil produksi petani Lombok Tengah justru lebih dulu dipasarkan ke Lombok Timur dan Kota Mataram.

Setelah itu, sebagian komoditas tersebut kembali masuk dan dijual di Lombok Tengah. Pola distribusi yang berputar ini dinilai memperpanjang rantai niaga serta menambah biaya transportasi, yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

“Kalau produksinya dari Lombok Tengah, seharusnya kebutuhan pasar lokal dipenuhi terlebih dahulu. Apalagi dalam kondisi produksi menurun seperti sekarang, distribusi harus lebih diatur agar tidak merugikan masyarakat,” katanya, Selasa 24 Februari 2026.

Ia menilai, ketika pasokan terbatas akibat faktor cuaca, distribusi yang tidak terkendali akan semakin memperparah lonjakan harga. Karena itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta segera menyusun mekanisme yang lebih tepat agar cabai produksi lokal diprioritaskan untuk kebutuhan warga sebelum dipasarkan ke luar daerah.

Sebagai wakil rakyat, Komisi II DPRD Lombok Tengah akan memberikan rekomendasi resmi kepada pemerintah daerah agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti. Pihaknya, kata Ferdian, siap mengawal kebijakan yang berpihak pada stabilitas harga dan perlindungan daya beli masyarakat.

Diakui, penurunan produksi akibat cuaca memang menjadi tantangan yang berulang hampir setiap tahun. Perubahan iklim dan intensitas hujan yang tinggi kerap memengaruhi hasil panen petani, sehingga pasokan ke pasar menurun dan harga pun terdongkrak naik.

“Kami di DPRD akan merekomendasikan agar dinas terkait mencarikan solusi supaya distribusi tidak berputar-putar,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainal Arifin, mengakui fenomena lonjakan harga cabai saat produksi menurun hampir selalu terjadi setiap tahun dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian berencana membentuk kawasan khusus budidaya cabai guna menjaga stabilitas pasokan. Selama ini, Lombok Tengah memang memiliki sentra tanaman pangan seperti kawasan persawahan di Jago, Praya Tengah. Ke depan, pola pengembangan kawasan juga akan difokuskan untuk komoditas cabai agar ketersediaan lebih terjamin sepanjang tahun.

Selain penguatan produksi, pemerintah daerah juga mendorong adanya jaminan pasar bagi petani. Salah satu skema yang tengah dikaji adalah melibatkan perusahaan daerah atau offtaker yang siap menyerap hasil panen dengan standar harga yang jelas dan pasti.

"Jadi jaminan harga sangat penting agar petani tidak merugi ketika produksi melimpah. Selama ini, saat panen raya terjadi, harga di tingkat petani justru anjlok karena tidak adanya kepastian pembeli dengan harga dasar yang jelas," ungkapnya.

Rekomendasi Berita