Ramadan di Balik Jeruji: Saat Anak Binaan LPKA Loteng Menyambut Bukber Keluarga
- 10 Mar 2026 14:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Suasana Ramadan biasanya identik dengan kebersamaan keluarga. Menjelang waktu berbuka, aroma masakan dari dapur rumah, obrolan hangat di ruang makan, hingga tawa kecil anak-anak yang menunggu azan magrib menjadi pemandangan yang akrab di banyak rumah.
Namun bagi puluhan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah, suasana Ramadan tahun ini dijalani dengan cara yang berbeda. Meski berada di balik tembok pembinaan, kenangan Ramadan bersama keluarga tetap hidup dalam ingatan mereka. Setiap azan magrib yang berkumandang seolah mengingatkan pada momen berbuka puasa di rumah, ketika seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan.
Untuk mengobati kerinduan itu, pihak LPKA Lombok Tengah berupaya menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hangat bagi para anak binaan. Salah satunya melalui kegiatan buka puasa bersama yang secara berkala melibatkan petugas dan keluarga anak binaan.
Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dilakukan agar anak-anak tetap merasakan nuansa kebersamaan di bulan suci.
“Buka bersama secara periodik kita baurkan petugas dengan keluarganya, agar anak-anak di suasana Ramadan bisa kumpul dengan keluarga,” ujarnya.
Pada momen tersebut, ruang kunjungan yang biasanya formal berubah menjadi lebih hangat. Anak-anak duduk berdampingan dengan orang tua atau anggota keluarga mereka. Obrolan sederhana, senyum haru, hingga pelukan singkat menjadi gambaran kerinduan yang akhirnya terobati meski hanya beberapa saat.
Menurut Hidayat, mekanisme kunjungan selama Ramadan pada dasarnya tidak mengalami perubahan. Namun pihak LPKA tetap menerapkan prosedur keamanan yang ketat terhadap barang bawaan dari keluarga.
“Kunjungan tidak ada perubahan, hanya barang-barang bawaan tetap diperiksa dengan ketat. Kemudian dibagikan setelah berbuka agar kondisi tetap tertib,” jelasnya.
Selain buka puasa bersama, suasana Ramadan di dalam LPKA juga diisi dengan berbagai kegiatan ibadah. Setelah berbuka dan menunaikan salat magrib, para anak binaan melanjutkan aktivitas dengan salat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur’an.
Hidayat menuturkan bahwa sebenarnya kegiatan pembinaan keagamaan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian anak binaan. Namun selama Ramadan, aktivitas ibadah malam menjadi tambahan yang semakin memperkuat suasana spiritual di dalam lembaga tersebut.
“Di hari-hari biasa kita juga banyak kegiatan ibadah untuk meningkatkan keimanan, maupun kegiatan edukatif lainnya. Ramadan ini tambahannya ibadah malam seperti tarawih dan tadarus,” katanya.
Selain pembinaan keagamaan, kegiatan edukatif dan pembinaan karakter juga tetap berjalan seperti biasa. Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mendapatkan bekal untuk memperbaiki diri ketika kembali ke masyarakat.
Sebagai bagian dari berkah Ramadan, tahun ini LPKA Lombok Tengah juga mengusulkan pengurangan masa pidana bagi sejumlah anak binaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 45 anak binaan diusulkan mendapatkan Pengurangan Masa Pidana (PMP). Dari jumlah tersebut, 35 orang diusulkan memperoleh pengurangan selama 15 hari, dengan satu orang di antaranya langsung bebas setelah menerima PMP. Sementara 10 orang lainnya diusulkan mendapatkan pengurangan masa pidana selama satu bulan.
Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi LPKA Lombok Tengah, Ahmad Saepandi, menjelaskan bahwa pengurangan masa pidana tersebut merupakan bentuk penghargaan negara kepada anak binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani pembinaan.
“Pemberian Pengurangan Masa Pidana ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Seluruh usulan telah melalui proses verifikasi administrasi dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Ia berharap momentum Ramadan dapat menjadi penyemangat bagi para anak binaan untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.
Bagi mereka, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu untuk merenung, belajar, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Saat Hari Raya Idul Fitri tiba nanti, perayaan akan tetap dilaksanakan di dalam LPKA bersama para petugas. Namun setelah itu, para anak binaan akan diperbolehkan menerima kunjungan dari keluarga mereka.
Momen tersebut tentu menjadi saat yang paling dinantikan. Sebab di balik tembok pembinaan, kerinduan akan rumah, keluarga, dan kehidupan di luar sana tetap tumbuh di hati mereka—terutama ketika Ramadan datang membawa kenangan tentang meja makan sederhana dan kebersamaan yang tak tergantikan.