Dua Dekade Menanti, Dilantik Diujung Pengabdian

  • 21 Jan 2026 13:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Rabu pagi, 21 Januari 2026, menjadi hari yang tak akan pernah dilupakannya, 5.389 tenaga PPPK Paruh Waktu (PPPK-PW), termasuk Nini Suryani. Bersama ribuan tenaga honorer lain, Nini berdiri di Lapangan Kantor Bupati Dompu, menggenggam Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK PW.

SK yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapan, kini nyata berada di tangannya. Perempuan yang lahir 57 tahun yang lalu ini, telah melewati segala ujian dalam mengabdikan diri menjadi tenaga honorer daerah.

Nini yang akbar disapa “Mami Dompu” ini, telah mengabdi selama 20 tahun, dari mulai zaman Bupati Abu Bakar Ahmad (Ompu Beko) hingga Bambang Firduas ini, tidak pernah mengeluh, meski keinginannya untuk menjadi ASN, tidak pernah tercapai.

Kini, diujung pengabdiannya, Mami Dompu, menggapai apa yang menjadi impiannya, yakni menjadi ASN.

“Alhamdulillah, meski nanti saya pensiun di Oktober 2027,” katanya, dilapangan Beringin, Kompleks Kantor Bupati Dompu, Rabu 21 Januari 2026.

Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Di balik rentang panjang itu, ada kesabaran, ada pengabdian tanpa banyak tuntutan, dan ada keyakinan bahwa kerja tulus suatu hari akan berbuah.

Itulah yang dirasakan Mami Dompu atau Nini Suryani, seorang tenaga honorer di Kabupaten Dompu, yang akhirnya resmi menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN), meski di ujung masa pengabdiannya.

Nini bukan pegawai baru. Ia telah mengabdi selama dua dekade sebagai tenaga honorer dengan memegang SK Bupati.

Dalam perjalanan panjang itu, ia melewati berbagai kebijakan yang berubah-ubah, ketidakpastian status, hingga penghasilan yang jauh dari kata layak. Namun, ia tetap bertahan.

Kini, di usia 57 tahun, masa pengabdiannya hanya tersisa sekitar satu tahun lagi, tepatnya hingga 6 Oktober 2027. Sebuah ironi sekaligus anugerah: status ASN datang di penghujung jalan pengabdian.

“Berarti sekarang tinggal satu tahun lagi ya. Tapi Alhamdulillah, penantian panjang itu terbayar. Walaupun di ujung pengabdian,” jelasnya.

Nini merupakan satu dari 5.389 pegawai yang secara resmi menerima SK PPPK Paruh Waktu Formasi Tahun 2024.

Prosesi penyerahan SK berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, yang menyerahkan SK secara simbolis kepada 21 perwakilan dari berbagai formasi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis.

Total formasi yang ditetapkan sebenarnya mencapai 5.573 orang, namun, pada hari yang dinantikan, sebanyak 5.389 pegawai dinyatakan resmi dilantik dan menerima SK.

Bagi Nini dan ribuan honorer lainnya, momen tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penanda babak baru dalam perjalanan panjang pengabdian di Bumi Nggahi Rawi Pahu—tanah yang telah mereka layani tanpa banyak sorotan.

“Saya pertama masuk itu dengan SK Lombok, SK Bupati. Dulu diterima sekitar 700 orang. Sekarang, akhirnya bisa merasakan diakui sebagai ASN,” ujarnya.

Sebagai PPPK Paruh Waktu, Nini menyadari penghasilan yang diterima masih jauh dari harapan. Namun baginya, status dan pengakuan negara atas pengabdian panjangnya jauh lebih bermakna.

“Selama kita masih bisa hidup dengan gaji 700 ribu di paruh waktu ini, Alhamdulillah kita bersyukur,” katanya dengan nada pasrah namun penuh keikhlasan.

Di balik senyum dan rasa syukur itu, masih tersimpan harapan kecil. Harapan yang mungkin terdengar sederhana, namun sarat makna bagi para honorer senior sepertinya.

“Kalau nanti di akhir pengabdian ada rezeki, ada keajaiban dari Tuhan, mungkin BKN bisa mengangkat kita. Itu hanya harapan,” ucapnya pelan.

Kisah Nini Suryani adalah potret nyata dari ribuan tenaga honorer di Dompu—mereka yang setia mengabdi dalam senyap, menunggu kepastian selama puluhan tahun.

Meski status ASN datang di ujung perjalanan, pengakuan itu menjadi penguat bahwa pengabdian panjang tidak pernah benar-benar sia-sia.

Di Lapangan Kantor Bupati Dompu pagi itu, SK bukan sekadar selembar kertas.

Ia adalah jawaban dari penantian dua dekade, doa-doa yang tak pernah putus, dan bukti bahwa kesabaran, pada akhirnya, menemukan jalannya sendiri.

Rekomendasi Berita