Pemerintah Manado Intensifkan Upaya Cegah Stunting
- 14 Jul 2024 11:46 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Pemerintah Kota Manado terus mengintensifkan upaya pencegahan stunting melalui penguatan program screening di posyandu dan puskesmas. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi dini dan mencegah kondisi stunting pada anak-anak, yang memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan perkembangan mereka.
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya, disebabkan oleh kekurangan gizi kronis selama masa awal kehidupan, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan dari masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Dampaknya termasuk risiko tinggi terhadap penyakit infeksi, penurunan kemampuan kognitif, serta keterbatasan dalam pertumbuhan fisik, yang dapat berdampak jangka panjang pada produktivitas dan perkembangan ekonomi suatu negara. dr. Meilany Muaja, Kepala Puskesmas Tikala Baru, menyoroti urgensi penanganan stunting.
"Masalah stunting telah menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat hingga ke daerah, dan kami di puskesmas bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan ini." ucap dr. Meilany.
Proses pencegahan stunting melibatkan berbagai langkah, termasuk screening rutin yang dilakukan oleh petugas kesehatan di puskesmas dan posyandu, seperti disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Manado Ronny Suoth.
"Screening untuk balita dilakukan melalui penimbangan dan pengukuran, hasilnya dicatat dalam aplikasi pencatatan berbasis gizi," ungkap Suoth,
Selain itu, pemberian ASI (Air Susu Ibu) menjadi strategi utama pencegahan stunting. seperti disampaikan dr. Bobby Pambudi, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik.
"Pencegahan stunting dimulai dari 6 bulan pertama dengan pemberian ASI yang merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi."
Komitmen pemerintah Kota Manado dalam menurunkan prevalensi stunting juga melibatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Manado, dengan melibatkan 457 bidan dalam program kolaboratif. Bidan Masye Tokalese, Ketua IBI Kota Manado, menegaskan peran bidan dalam promosi kesehatan kepada keluarga muda dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya mencegah stunting.
“Kalau anak sakit otomatis semua terganggung jadi diperlukan kerjasama bersama Dinas Kesehatan untuk mencegah stunting khususnya di Kota Manado, sebagai seorang bidan kami melakukan promosi kesehatan atau konseling kepada remaja, pasangan usia subur, calon pengantin dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya mencegah stunting” ucap Bidan Masye
Kedepannya Pemerintah Kota Manado diharapkan terus memperkuat program dan kebijakan yang mendukung perbaikan gizi dan kesehatan ibu serta anak. Kolaborasi lintas sektor dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi kunci dalam mengatasi masalah stunting secara menyeluruh.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercapai penurunan signifikan dalam kasus stunting di Kota Manado, serta peningkatan kualitas hidup anak-anak Indonesia secara keseluruhan.