Upaya Bersama Cegah Korupsi, Jaksa Ingatkan Pejabat Daerah
- 27 Agt 2025 13:44 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Pencegahan tindak pidana korupsi kembali menjadi sorotan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado. Kasi Intel Kejari Manado, Arthur Piri, S.H., M.H., menegaskan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan kampanye anti-korupsi, terutama menyasar pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Manado. Pernyataan ini mengemuka dalam dialog “Forum Kawanua – Tren Indeks Persepsi Korupsi Memburuk atau Memburuk?” yang disiarkan langsung di Pro 1 RRI Manado dan channel youtube RRI Manado pada Senin, 25 Agustus 2025.
“Kami selalu mengingatkan, selalu mensosialisasikan. Karena kalau bicara tindak pidana korupsi, sebagian besar pejabat sebenarnya sudah tahu perbuatan seperti apa yang masuk kategori korupsi. Tapi kami hadir untuk mengingatkan, jangan coba-coba,” ujar Arthur Piri.
Selain pencegahan di bidang intelijen, Kejari Manado juga siap melakukan penindakan melalui bidang tindak pidana khusus bila masih ada pejabat yang nekat melakukan praktik korupsi.
Senada dengan itu, pegiat antikorupsi Alan Berty Lumempouw menyebut pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab semua pihak. “Kami melakukan pendidikan anti-korupsi di sekolah dan kampus, juga berkampanye di media. Berkuar-kuar itu penting sebagai pengingat dan pressure bagi penegak hukum,” kata Alan Berty.
Ia menambahkan, faktor gaya hidup hedonis keluarga pejabat juga sering memicu terjadinya tindak korupsi. “Kadang bukan niat pejabatnya, tapi desakan keluarga yang konsumtif. Istri, anak, gaya hidup mewah, ini memicu orang tua untuk mencari jalan pintas lewat korupsi,” tegasnya.
Alan Berty mencontohkan kasus viral anak pejabat yang bergaya hidup hedon hingga terseret kasus kekerasan. “Itu bukti nyata, gaya hidup mewah bisa menyeret keluarga dan nama baik orang tua,” katanya.
Melalui kampanye pendidikan anti-korupsi, baik kejaksaan maupun elemen masyarakat sipil berharap kesadaran publik semakin meningkat sehingga potensi praktik rasuah bisa ditekan sejak dini.
(Fika Hamzah)