Ini Langkah Psychological First Aid untuk Korban Bencana

  • 13 Jan 2026 09:22 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Korban bencana alam tidak hanya menghadapi kehilangan fisik, tetapi juga tekanan psikologis yang berat. Dirangkum dari beautynesia.id, agar korban tidak merasa sendirian, pendampingan psikologis awal perlu dilakukan secara tepat. Mengacu pada penelitian psikologi Valeii berjudul Psychological First Aid, terdapat beberapa langkah penting yang dapat diterapkan di lapangan.

1. Observasi Kondisi Korban dan Lingkungan

Pendamping perlu terlebih dahulu mengamati situasi di lokasi pengungsian. Perhatikan ketersediaan kebutuhan dasar seperti air, makanan, pakaian, dan obat-obatan. Selain itu, amati kondisi emosional korban, terutama mereka yang terlihat menyendiri, menangis, marah, atau kebingungan. Korban dengan tanda tersebut perlu diprioritaskan untuk mendapatkan perhatian dan pendampingan awal.

2. Validasi Emosi Korban Secara Aktif

Korban bencana umumnya mengalami kesedihan, rasa kehilangan, dan ketidakpastian. Saat korban menceritakan pengalamannya, pendamping perlu mendengarkan secara penuh tanpa menyela. Ulangi inti perasaan korban dengan bahasa sendiri sebagai tanda pemahaman. Hindari memberi nasihat berlebihan dan terima bahwa emosi negatif yang muncul merupakan respons yang wajar terhadap bencana.

3. Ciptakan Rasa Aman dan Kendali

Pendamping harus menjadi sumber rasa aman bagi korban. Sampaikan informasi yang jelas dan relevan mengenai akses bantuan, layanan kesehatan, dan keamanan. Hindari menyebarkan informasi yang belum pasti atau berlebihan karena dapat meningkatkan kecemasan dan memperburuk kondisi psikologis korban.

4. Batasi Paparan Informasi Negatif

Korban perlu dilindungi dari paparan berita yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah korban atau pencarian anggota keluarga. Informasi yang tidak perlu dapat memicu ketakutan dan trauma lanjutan. Jika diperlukan, arahkan korban untuk mendapatkan pendampingan lanjutan dari relawan psikologi.

5. Sediakan Media Ekspresi Emosi

Tidak semua korban mampu mengungkapkan perasaan secara verbal. Pendamping dapat menyediakan kertas dan alat tulis sebagai sarana mengekspresikan emosi melalui tulisan atau gambar. Cara ini membantu korban menyalurkan perasaan tanpa tekanan dan merasa dihargai.

Pendampingan psikologis awal yang tepat membantu korban merasa didukung dan tidak sendirian. Pendekatan sederhana, empatik, dan terstruktur berperan penting dalam proses pemulihan pascabencana.

Rekomendasi Berita