[Hoaks!] Prabowo Marah Luhut Main Proyek IMIP
- 07 Feb 2026 21:14 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Beredar video di media sosial yang menarasikan Presiden Prabowo Subianto marah kepada Luhut Binsar Pandjaitan terkait proyek Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan tergolong konten palsu.
Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook “Enden Ak” pada 27 Januari 2026. Video itu disertai narasi yang menyebut Prabowo marah karena Luhut disebut menjadi “pemain proyek IMIP, Morowali dan perusak lingkungan alam Sumatera”. Narasi tersebut juga disertai komentar provokatif yang mengajak publik menunggu keputusan presiden.
Hingga Sabtu (7/2/2026), unggahan itu telah disukai sekitar 971 akun, dibagikan lebih dari 70 kali, serta menuai ratusan komentar dari warganet.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci terkait klaim tersebut di mesin pencarian. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan adanya pernyataan atau kemarahan Presiden Prabowo terhadap Luhut Binsar Pandjaitan terkait proyek IMIP.
Penelusuran justru mengarah pada pemberitaan Kompas.com berjudul “Polemik IMIP: Dari ‘Negara dalam Negara’ sampai Luhut Angkat Bicara” yang terbit pada 2 Desember 2025. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bertanggung jawab atas proyek IMIP di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Namun, tidak ada informasi yang menyebut Presiden Prabowo marah atau menegur Luhut sebagaimana diklaim dalam video.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, narasi yang menyebut Prabowo marah karena Luhut “main proyek IMIP” tidak memiliki dasar fakta dan tidak didukung sumber resmi maupun media kredibel.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai konten provokatif di media sosial, terutama yang menyangkut tokoh publik dan isu strategis nasional, tanpa verifikasi dari sumber terpercaya.
Kesimpulannya, klaim yang beredar dalam video tersebut merupakan konten palsu (fabricated content) karena tidak ditemukan fakta yang mendukung pernyataan tersebut.
(Fika Hamzah)