Tren Vintage Makin Populer
- 31 Jan 2026 10:35 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Dalam beberapa tahun terakhir, tren vintage tidak lagi dianggap sebagai hal kuno atau hanya sekadar barang bekas. Sebagaimana dikutip dari laman www.aol.com Kini, gaya vintage telah berkembang menjadi simbol gaya hidup yang autentik, berkelanjutan, dan unik, yang banyak dipilih generasi muda serta berbagai komunitas kreatif di seluruh dunia.
Dilansir dari laman www.dw.com Secara tradisional, vintage merujuk pada barang terutama pakaian yang berusia minimal sekitar 20 tahun. Namun di era digital saat ini, istilah tersebut juga dipakai lebih luas untuk mencakup barang pre-loved atau bekas yang terasa “berkarakter” dan berbeda dari produksi massal.
Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Pinterest memainkan peran besar dalam menghidupkan kembali tren ini. Visual yang kuat dan cerita di balik barang-barang lama membuat banyak orang semakin tertarik terhadap vintage, baik itu pada busana, dekorasi rumah, maupun barang koleksi lainnya.
Di tengah dominasi fast fashion, banyak individu terutama dari generasi muda seperti Gen Z — mencari cara untuk tampil beda dengan gaya yang tidak seragam. Barang-barang vintage dipandang memberikan nilai unik dan berbeda dari tren mainstream, sehingga menjadi alat ekspresi diri.
Selain itu, kualitas konstruksi barang-barang lama sering kali dianggap lebih baik dibandingkan produk murah modern, sehingga menarik bagi pembeli yang mengutamakan ketahanan dan nilai jangka panjang.
Dikutip dari laman www.goodnet.org Kesadaran akan dampak industri mode terhadap lingkungan telah mendorong banyak orang berpaling dari pembelian baru dan memilih barang vintage atau bekas. Belanja vintage dianggap sebagai langkah nyata dalam gaya hidup ramah lingkungan karena membantu mengurangi limbah tekstil dan memperpanjang siklus hidup produk.
Laporan tren konsumen juga menunjukkan bahwa pasar pakaian bekas atau resale tumbuh jauh lebih cepat daripada pasar barang baru, karena permintaan atas barang dengan nilai cerita dan karakter terus meningkat.
Tren vintage tidak hanya terlihat dalam dunia fashion. Dekorasi interior dengan tema klasik seperti furnitur era mid-century atau elemen desain Art Deco juga kembali diminati, memberi nuansa sejarah dan karakter personal pada ruang hidup.
Platforms seperti Pinterest mencatat pertumbuhan signifikan dalam pencarian estetika vintage autumn dan dekorasi rumah bertema secondhand, menandakan bahwa minat terhadap gaya ini bukan sekadar sementara tetapi bagian dari perubahan gaya hidup yang lebih luas.
Dilansir dari laman www.fashionaftermath.com Apa yang membedakan vintage dari tren musiman biasa adalah kedalamannya: vintage membawa cerita dari masa lalu yang disatukan dengan gaya hidup modern. Barang-barang tersebut menjadi cara bagi generasi sekarang untuk menghormati estetika masa lalu sekaligus mengekspresikan nilai personal mereka.
Karena alasan ini, barang-barang vintage kini tidak hanya populer pada kalangan tertentu saja, tetapi telah masuk arus utama, diikuti oleh pertumbuhan pasar resale, butik curated vintage, serta komunitas penggemar global yang semakin besar.
(Stanly Kalumata)